|
|
| |
Ada Apa dengan Susu Sapi dan Telur?
Email Arikel ini ke Teman Anda
 |
 |
Tidak
ada spesies yang secara alami masih minum susu setelah melewati
masa bayi, dan tidak ada spesies yang minum susu dari spesies
lainnya. Susu sapi didesain untuk bayi sapi, yang memiliki empat
bagian perut, dan mengalami penambahan berat badan hingga
puluhan kilogram hanya dalam hitungan bulan. Bahkan terkadang
mengalami penambahan berat badan hingga 500 kg sebelum ulang
tahun kedua mereka. Untuk manusia, susu sapi terkait dengan
penyakit jantung, beberapa tipe kanker, diabetes, bahkan
osteoporosis—sebuah penyakit yang diklaim dapat dicegah dengan
minum susu sapi oleh produsennya! Tingginya kandungan protein
hewani dalam susu sapi menyebabkan terlepasnya kalsium dari
tubuh. Menurut sebuah analisa dari Harvard Medical School, susu
tidak dapat mengobati osteoporosis. Faktanya, menurut seorang
ahli nutrisi dari Harvard, negara-negara dengan konsumsi kalsium
rendah (hanya 300 mg/hari) cenderung memiliki jumlah kasus
keretakan tulang pinggul yang lebih rendah daripada
negara-negara dengan tingkat konsumsi kalsium tinggi seperti
Amerika, Selandia Baru, dan negara Eropa. Susu juga dipenuhi
dengan berbagai lemak, kolesterol, pestisida, dan antibiotik
yang diberikan pada sapi. Dengan memakan satu buah telur untuk
sarapan, setiap hari Anda telah meningkatkan level kolesterol
Anda sampai 10 poin! Tubuh kita dapat memproduksi kolesterol
yang dibutuhkan untuk merawat syaraf dan membran sel. Tambahan
kolesterol dari luar berpotensi untuk menjadi penyumbat pembuluh
darah arteri dan penyakit jantung. Di samping itu telur juga
merupakan pembawa salmonella dan virus flu burung, penyakit
hewan yang paling mematikan saat ini!
Email Arikel ini ke Teman Anda
 |
 |
|
|
|
|
|