Kelebihan Berat Badan Dapat Menyebabkan Kanker

Panel Mengaitkan Daging Merah, Daging Olahan, dan Alkohol

WASHINGTON, DC -- Fakta-fakta bahwa kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko berkembangnya kanker kini semakin kuat dibandingkan sebelumnya berdasarkan laporan penting yang diterbitkan oleh Institut Penelitian Kanker Amerika (AICR) dan Pendanaan Penelitian Kanker Dunia (WCRF). Bukti-bukti itu menunjukkan bahwa konsumsi alkohol, daging merah, dan daging olahan dapat meningkatkan risiko ini juga dinilai meyakinkan.

Diterbitkan hari ini di konferensi pers berita Washington, laporannya – Makanan, Nutrisi, Aktivitas Fisik, dan Pencegahan Kanker: Perspektif Global (Food, Nutrition, Physical Activity, and the Prevention of Cancer: a Global Perspective) – adalah terbitan paling menyeluruh tentang fakta-fakta yang menghubungan risiko kanker terhadap pola makan, aktivitas fisik, dan berat badan. Penelitian selama lima tahun dengan proses yang melibatkan sembilan tim ilmuwan independen dari seluruh dunia, ratusan peninjau buku yang tajam, dan 21 ahli internasional yang telah meninjau serta menganalisa lebih dari 7.000 kajian skala besar, laporan ini termasuk 10 rekomendasi untuk pencegahan kanker. Laporan ini tersedia online di www.dietandcancerreport.org.

“Penemuan yang paling menonjol dalam laporan itu adalah kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko berbagai macam kanker. Itulah mengapa masalah berat badan menjadi fokus rekomendasi utama kami,” kata anggota ahli panel W. Phillip T. James, M.D., D.Sc. James ketika berbicara dalam konferensi pers tentang laporan setebal 517 halaman yang diterbitkan 1 November.

Kegemukan Dipastikan Terkait dengan Enam Jenis Kanker

Penemuan bukti-bukti itu kini menunjukkan bahwa kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko kanker usus besar, ginjal, pankreas, adenocarcinoma pada kerongkongan, dan endometrium seperti kanker payudara pasca menopause. Laporan itu merekomendasikan bahwa orang-orang diarahkan untuk mempertahankan berat badan pada batasan yang sehat (18,5 sampai 24,9) berdasarkan grafik BMI sepanjang hidup orang dewasa. Selanjutnya merekomendasikan untuk menjaga tetap langsing dalam batasan tersebut.

Rekomendasi ini lebih ketat daripada AICR — dan organisasi-organisasi lain pada umumnya — yang menangani hal yang sama sebelumnya, dan menggambarkan kuatnya bukti-bukti yang telah dimunculkan beberapa tahun yang lalu. Saat laporan AICR pertama kali dipublikasikan tahun 1997, hanya fakta-fakta kaitan antara kegemukan terhadap kanker endometrial yang dinilai meyakinkan.

“Rekomendasi itu menunjukkan apa yang sains ungkapkan kepada kita saat ini. Bahkan meskipun sedikit kelebihan lemak, khususnya di sekitar pinggang, dapat meningkatkan risiko itu,” kata James.

Karena fakta-fakta penderita kelebihan berat badan meningkat, laporan terbaru menawarkan dua rekomendasi berdasarkan fakta tentang bagaimana menghindari kelebihan berat badan. Pertama, laporan menyerukan pembatasan jumlah “energi makanan padat”, khususnya makanan olahan yang tinggi gula, makanan rendah serat, dan makanan tinggi lemak. Burger, makanan yang digoreng, susu sapi, dan kue kering adalah contoh makanan yang disebut dalam laporan, demikian juga minuman yang mengandung gula.

Kedua, laporan menganjurkan agar aktif secara fisik setidaknya 30 menit setiap hari. Fakta menunjukkkan bahwa aktivitas fisik memberikan manfaat ganda dengan mengurangi risiko kanker di samping menjaga berat badan tetap seimbang, yang juga berfungsi sebagai pencegahan.

Panel Mendorong Pembatasan Daging Merah

Dibandingkan tahun 1997, saat AICR menerbitkan laporan global yang pertama tentang kaitan antara pola makan dan kanker, taksiran yang baru mendapatkan fakta kaitan antara daging merah (daging sapi, babi, dan kambing) terhadap kanker colorectal lebih meyakinkan daripada satu dekade yang lalu. Karena itu, ahli AICR panel merekomendasikan pembatasan konsumsi daging merah hingga 18 ons (yang sudah dimasak) per minggu. Di luar jumlah tersebut, fakta menunjukkan, setiap 1,7 ons daging merah yang dikonsumsi per hari dapat meningkatkan risiko kanker sebesar 15 persen.

Rekomendasi berkenaan dengan daging olahan bahkan lebih ketat. Dengan didasari oleh bukti yang menyakinkan, panel merekomendasikan untuk menghindari daging olahan seperti babi asap, ham, sosis, dan makanan berdaging lainnya. Setelah meneliti dengan cermat semua fakta, panel tidak dapat menemukan kadar konsumsi daging olahan yang benar-benar aman sepenuhnya. Setiap 1,7 ons daging olahan yang dikonsumsi per hari dapat meningkatkan risiko kanker colorectal sebesar 21 persen.

“Kami merekomendasikan, jika orang-orang tetap ingin makan daging olahan pun, mereka dapat melakukannya sekali-kali pada waktu khusus seperti ham di saat natal atau hotdog di kala bermain baseball,” kata James.

Dalam rekomendasi terpisah, panel menganjurkan untuk mengurangi jumlah daging dan menggantikannya dengan sayuran atau buah-buah yang tidak mengandung zat tepung. Makanan nabati ini dapat dimakan bersamaan dengan makanan yang berasal dari hewan lain seperti unggas, ikan, dan telur; tapi bukan dengan daging merah.

“Kami merekomendasikan 5 macam sajian sayuran dan buah-buahan setiap hari karena layaknya aktivitas fisik, makanan tersebut dapat melindungi kita dari ancaman kanker. Kemungkinan, fakta-fakta menunjukkan bahwa makanan tersebut membantu mengurangi risiko kanker, dan sebagaimana makanan padat rendah energi, makanan tersebut membantu menjaga berat badan seimbang, dimana bukti-bukti menunjukkan makanan tersebut berpengaruh besar dalam mencegah risiko kanker,” kata James.

Hubungan Konsumsi Alkohol dengan Kanker

Ahli AICR panel menemukan fakta yang meyakinkan bahwa pecandu minuman alkohol terkait dengan kanker mulut, hulu kerongkongan, pangkal tenggorokan, kerongkongan, serta kanker colorectal pada pria dan kanker pra dan pasca menopause pada wanita. Selain itu, minum alkohol kemungkinan dapat menyebabkan kanker hati dan kanker colorectal pada wanita.

“Tidak menjadi masalah apakah Anda sedang membicarakan anggur, bir atau sprite, jika mereka dihubungkan dengan kanker, meskipun dalam jumlah yang kecil tetapi tetap dapat meningkatkan risiko. Mengingat fakta yang pernah disarankan bahwa sedikit alkohol dapat menghindari penyakit jantung, bagaimanapun, panel merekomendasikan untuk membatasi dan kalau bisa bahkan menghindarinya sama sekali,” kata James.

Rekomendasi selengkapnya mengatakan, “Jika minuman beralkohol dikonsumsi, batas konsumsi tidak lebih dari dua teguk per hari untuk pria dan satu teguk untuk wanita.” Perbedaan tersebut didasarkan atas perbedaan susunan anatomi tubuh pria dan wanita.

Rekomendasi untuk Pola Hidup

Meskipun sama pentingnya, saran-saran ini harus disesuaikan dengan keadaan penduduk atau kalangan terbatas:

  • Orang yang mencemaskan risiko kanker perut harus mengurangi konsumsi garam.

  • Orang yang saat ini mengandalkan suplemen untuk mencegah kanker harus mencoba mendapatkan perlindungan dari makanan lengkap.

  • Ibu harus menyusui pada masanya dan bayi-bayi harus disusui ibu.

  • Untuk menurunkan risiko kambuh kembali, mereka yang sembuh dari kanker harus mengikuti saran-saran pencegahan kanker.

  • “Kanker dapat dicegah. Ada perubahan yang harus Anda lakukan dalam kehidupan sehari-hari yang dapat menurunkan kemungkinan berkembangnya kanker,” kata James.

  • Dia menunjukkan, saran-saran itu memberikan gambaran cara hidup yang jelas dan konsisten, yang mendukung kehidupan sehat yang lebih panjang.

  • “Mari mengonsumsi lebih banyak sayur, buah, dan makanan lain yang kepadatan energinya lebih rendah setiap hari, yang akan mengurangi ruang untuk daging. Mari tinggalkan keterbelakangan kita, bagaimanapun dan kapanpun kita bisa.”

  • Mengubah pola makan dan aktivitas dapat membuat Anda berada di jalur untuk menjadi selangsing mungkin dan terjaga kelangsingannya. Ini adalah saran yang pertama.

  • “Ini adalah pola hidup yang berpotensi menyelamatkan berjuta-juta jiwa. Jika saran-saran ini diadopsi oleh seluruh dunia, para ilmuwan memperkirakan, itu dapat mencegah sekitar sepertiga kasus kanker dunia,” kata James.

Saran untuk Pencegahan Kanker

  • Menjaga tubuh selangsing mungkin dalam kisaran berat badan normal.

  • Tetap aktif dalam kehidupan sehari-hari.

  • Membatasi konsumsi makanan yang kepadatan energinya tinggi. Menghindari minuman bergula.

  • Konsumsi makanan yang hampir semuanya berasal dari tumbuhan.

  • Membatasi konsumsi daging merah dan menghindari daging olahan.

  • Membatasi minuman beralkohol.

  • Membatasi konsumsi garam.Menghindari sereal berjamur (padi-padian) atau kacang-kacangan berjamur (polong-polongan).

  • Penuhi kebutuhan gizi dari makanan saja.

Saran-Saran Terhadap Orang Tertentu

  • Ibu menyusui; anak-anak disusui ibu.

  • Yang sembuh dari kanker mengikuti saran-saran pencegahan kanker.

Dan selalu ingat – jangan merokok atau mengunyah tembakau.

* * *

Institut Amerika untuk Penelitian Kanker (AICR) adalah lembaga amal untuk kanker yang mengembangkan penelitian terhadap pola makan dan kanker dan mendidik masyarakat umum berdasarkan hasil-hasil penelitiannya. Ia telah menyumbangkan lebih dari $82 juta untuk penelitian inovatif yang diadakan di universitas-universitas, rumah-rumah sakit, dan pusat-pusat penelitian di negara ini. AICR juga menyediakan program-program pendidikan yang luas untuk menolong jutaan penduduk Amerika belajar mengubah pola makan mereka untuk menurunkan risiko kanker. Program Piring Baru Amerika yang memenangkan penghargaan dipromosikan dalam bentuk brosur-brosur, seminar-seminar, dan pada situsnya, www.aicr.org. AICR adalah salah satu anggota Dana Penelitian Kanker Dunia World Cancer Research Fund International.