|
09 September 2009 Listeria ditemukan dalam daging sapi dan keju Badan Pengawas Makanan Kanada melaporkan bahwa sejumlah produk sapi yang dijual di Quebec telah ditarik kembali karena dicurigai telah tercemar Listeria monositogen. Sementara itu, otoritas keamanan pangan di Australia mencabut lisensi pembuat keju setelah semua keju halusnya ditarik kembali karena mengandung Listeria. Infeksi Listeria bawaan-makanan yang ditularkan melalui hewan dapat menyebabkan gejala demam, sakit kepala, dan masalah usus, dengan komplikasi yang dapat mengancam kehidupan terutama bagi ibu mengandung dan bayi yang belum lahir. Pejabat keamanan pangan Kanada dan Australia, kami berterima kasih atas informasi yang membimbing publik untuk menjauhi daging dan susu yang tak aman. Semoga manusia di manapun menyadari pilihan pola makan nabati yang higienis dan penuh kasih untuk membebaskan dunia kita dari penyakit seperti itu. http://au.news.yahoo.com/a/-/latest/5861244/listeria-found-in-tassie-cheese-brand Puncak musim penyakit flu babi akan terjadi Kasus-kasus terus meningkat di universitas-universitas China, dengan ahli epidemiologi senior Zeng Guang di Pusat Pengendalian Penyakit China menyatakan, “Rangkaian penjangkitan di sekolah belakangan ini baru menjadi permulaan dari puncak musim, yang akan menyebarkan infeksi secara luas. Virus akan menjangkiti lebih banyak orang, dengan infeksi baru yang meningkat lebih cepat daripada sebelumnya, tanpa melalui mutasi yang sejauh ini telah dideteksi. Total kasus di seluruh negeri akan segera berganda menjadi 10.000.” Di Formosa (Taiwan), dimana jumlah korban flu babi bertambah dengan drastis dalam seminggu, pasien telah mulai membanjiri rumah sakit dengan gejala-gejala seperti flu yang mendorong perluasan pelayanan diagnosis pasien rawat jalan. Di belahan bumi selatan, dimana gelombang pertama flu babi telah surut, gelombang kedua sedang dimulai di Meksiko dimana 400 kasus dilaporkan dalam dua hari, dengan delapan kematian. Di Ekuador, setelah dirawat 28 hari di rumah sakit, Letkol. John Merino, Kepala Keamanan dari Presiden Rafael Correa meninggal karena flu babi yang mematikan pada hari Minggu. Ia sekarang termasuk dalam 3.491 nyawa yang hilang dengan menyedihkan sejak bulan April karena pandemi yang telah menulari orang di 180 negara dengan jumlah yang terlalu banyak untuk dihitung. Laporan kematian baru-baru ini termasuk setidaknya 17 dan 18 di Selandia Baru dan Singapura berturut-turut. Belasungkawa kami bagi mereka yang kehilangan orang terkasihnya akibat flu babi temasuk Letkol Merino Dengan. Semoga penyakit manusia dan hewan seperti itu lenyap melalui peralihan global ke pola makan vegan yang bergizi.
http://www.prensa-latina.cu/index.php?option=com_content&task=view&id=114701&Itemid=73
|
|||