|
05 September 2009 Buah dan sayuran gratis untuk siswa muda di AS Program Buah dan Sayuran Segar yang didanai pemerintah federal tersedia bagi sekolah dasar daerah dengan persentase pelajar muda dari keluarga yang berpenghasilan rendah yang lebih tinggi. Para siswa ini menerima makanan kecil segar yang siap dimakan dengan sasaran mendorong kebiasaan yang sehat serta meningkatkan manfaat ekonomi bagi petani lokal. Wakil Rakyat AS Sam Farr, yang mendukung hasil bumi lokal, berkata, “Bagaimana kita membimbing orang Amerika yang lebih sehat? Bagaimana kita menyediakan perawatan kesehatan? Kita harus meminta orang Amerika untuk makan sayuran dan itu semua dimulai dengan sekolah.” Sungguh cara yang baik untuk memberi makan anak kita dan menanamkan tren sehat secara dini. BagusWakil Rakyat Farr dan Amerika Serikat atas dukungan Anda bagi Program Buah dan Sayuran Segar serta manfaat yang sangat banyak bagi kaum muda kita yang berharga. http://www.montereyherald.com/local/ci_13213521 Kandungan merkuri yang tinggi dalam ikan Suatu studi yang dilakukan oleh Survei Geologi AS yang mengevaluasi ikan dari hampir 300 galur di seluruh negeri itu menemukan bahwa setiap contoh ikan termasuk 'bass', ikan air tawar, dan ikan berkumis mengandung sejumlah merkuri, dimana tingkat kandungannya 25% yang dianggap berbahaya oleh Badan Perlindungan Lingkungan. Sementara itu di Selandia Baru, juru bicara Partai Hijau Keamanan Pangan Sue Kedgley mengeluarkan pernyataan keprihatinan berdasarkan penemuan bahwa ikan mengandung merkuri dan logam beracun lain seperti arsenik dan cadmium. Ibu Kedgley menyebut penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Kedokteran Australia, yang menunjukkan bahwa kandungan merkuri yang rendah pun bisa mempengaruhi perkembangan otak anak. Kami berterima kasih Survei Geologi AS, Ibu Sue Kedgley, dan Partai Hijau Selandia Baru atas pertimbangan bersifat menasihati Anda. Mari kita semua memilih santapan nabati untuk melindungi kesehatan kita sendiri dan anak kita. http://www.spa.gov.sa/English/details.php?id=693956 http://www.scoop.co.nz/stories/PA0908/S00254.htm Flu babi ditemukan dalam babi di Indonesia Menyusul penemuan flu babi yang menyebabkan kumpulan babi di Australia dan Kanada sakit, 12 babi di Pulau Bulan, Indonesia yang menjual daging babinya ke Singapura telah terdiagnosa flu babi. Minggu sebelumnya, empat babi di Singapura ditemukan terkena penyakit serupa. Penularan ini menambah kekhawatiran tentang penyebaran lebih lanjut dari flu babi terutama di wilayah Asia Tenggara karena kemungkinan yang sangat nyata bahwa galur flu ini bisa bergabung dengan flu burung yang sudah dikenal. Mutasi yang dihasilkan ini bisa menyebar secepat flu babi dan sama mematikannya seperti flu burung, dengan angka kematian 60 persen yang mantap. Secara global, kematian yang disebabkan oleh flu babi melonjak menjadi 147 hanya dalam 24 jam. Jumlahnya sekarang 3.315 kematian di 180 negara, dengan kasus sebenarnya terlalu tinggi untuk diperkirakan. Kamboja kini mengalami penyebaran flu babi dari orang ke orang di dalam negeri itu, bukannya penularan dari wisatawan yang datang. Formosa (Taiwan) mengumumkan bahwa kasus ini meningkat dengan laju 20.000 per minggu, dan jumlah orang yang dirawat di rumah sakit dalam keadaan kritis telah melonjak menjadi 112. Dua wanita di Persatuan Emirat Arab tewas, salah satunya baru saja melahirkan bayi dengan selamat melalui pembedahan. Seorang warga yang lebih tua jadi kematian kedua di Iran, menyusul kematian pertama wanita tua berusia 36 tahun. Sementara itu, dari Austria hingga Korea Selatan hingga Amerika Serikat, ahli kesehatan menunjukkan keprihatinan puncak karena anak kembali ke sekolah dimana flu babi menyebar dengan cepat. Pemerintahan Presiden AS Barack Obama telah setuju untuk mengeluarkan tambahan US$2,7 juta, lebih tinggi dari pengumuman sebelumnya di bulan Juli yang berjumlah US$1,8 juta untuk membeli obat-obat anti virus dan vaksin. Sebuah laporan dari Dewan Penasehat Presiden tentang Sains dan Teknologi minggu lalu menyatakan bahwa hingga 50 persen penduduk AS bisa tertular tahun ini, termasuk 1,8 juta yang dirawat di rumah sakit dan sekitar 30.000 dan 90.000 kasus yang membawa maut. Semoga Surga menghibur keluarga yang kehilangan orang terkasihnya akibat penyakit malang ini, seraya kami berdoa bagi pemulihan cepat bagi mereka yang sakit. Kami menanti-nanti lebih banyak orang yang menjalani pola makan nabati untuk menghindari manusia dari biaya tak terhingga dari semua penyakit yang dibawa oleh hewan ini.
http://www.straitstimes.com/Breaking%2BNews/Singapore/Story/STIStory_425000.html
|
|||