|
23 Oktober 2009 Flu babi ditemukan di kalkun Kanada Kalkun di Ontario, Kanada, sekarang telah menjadi kelompok hewan kedua yang diketahui terjangkiti virus flu babi A (H1N1), mengikuti wabah pada bulan Agustus di dua peternakan unggas di Chili. Sementara itu, babi di Osaka Jepang, menjadi korban terbaru yang terjangkiti flu babi. Setelah infeksi babi teridentifikasi di Amerika Serikat, Kerajaan Inggris, Norwegia, Irlandia, Argentina, Kanada dan Australia. Kekhawatiran besar di antara para ahli adalah infeksi ke spesies lain seperti burung dapat menyebabkan virus flu babi ini bermutasi dan bertukar material genetik dengan virus-virus lainnya sebelum kembali ke manusia dalam bentuk virus yang berpotensi lebih mematikan. Rata-rata kematian flu burung yang diketahui sebesar 50% dapat juga menjadi ciri dari virus flu babi mutasi baru. Pandemi flu babi saat ini masih menelan kematian dalam tingkat menyedihkan, dengan kematian global saat ini mencapai 5.335. Di antara negara-negara yang melaporkan kematian adalah Islandia dengan kematian pertamanya, juga Serbia, Skotlandia, Kerajaan Inggris, Selandia Baru, dan India yang 7 kematian barunya membawa total kematian di negara ini menjadi 427. Infeksi flu babi juga terus menyebar dengan sangat cepat. Perhitungan resmi oleh pemerintah tidak lagi akurat, membuat perhitungan total secara global manapun juga tidak realistik. Kami turut bersimpati terhadap orang tercinta dari mereka yang kehilangan dalam tragedi sunyi flu babi ini. Semoga kita semua tersadar akan pentingnya pola makan nabati yang menopang kehidupan untuk menjaga masa depan umat manusia dan hewan. http://www.eurosurveillance.org
http://afludiary.blogspot.com/2009/10/update-on-ontario-h1n1-infected-turkeys.html,
|
|||