|
21 Oktober 2009 Siria melarang rokok di tempat umum Presiden Siria Bashar al-Assad, yang juga seorang dokter medis ahli telah mengeluarkan dekrit larangan merokok di tempat umum termasuk dalam kafe, restoran, lembaga pendidikan, pusat kesehatan, aula olah raga, bioskop, teater, dan juga selama pertemuan bisnis. Undang-undang yang baru itu adalah perluasan dari undang-undang tahun 2006 tentang status larangan merokok di seluruh transportasi umum dan beberapa tempat umum. Penghargaan kami Yang Mulia dan Siria atas perlindungan Anda terhadap kesehatan rakyat. Semoga penduduk Siria diberkahi dengan udara bersih dan segar serta daya hidup penuh kegembiraanan. http://news.bbc.co.uk/2/hi/middle_east/8302794.stm Kesehatan jantung meningkat karena larangan merokok Laporan terbaru oleh Lembaga Obat-Obatan AS, dan disponsori oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, (CDC) mengevaluasi 11 penelitian kunci tentang pengaruh asap rokok bagi orang lain serta larangan rokok terhadap laju serangan jantung. Para perokok dan bukan perokok menunjukkan penurunan setelah diterapkannya larangan ini. Profesor Lynn Goldman dari fakultas Sains Kesehatan Lingkungan di Sekolah Kesehatan Umum Bloomberg Johns Hopkins, berkata, "Jelaslah bahwa larangan merokok ini berhasil." Sementara itu, Direktur CDC Dr. Thomas Frieden berkata, "UU bebas rokok adalah salah satu dari metode yang paling mudah dan efektif dari segi biaya untuk mencegah serangan jantung, penyakit yang berhubungan dengan jantung, kematian, dan mengurangi biaya kesehatan." Bravo, Profesor Goldman, Dr. Frieden dan semua peneliti yang terlibat di Lembaga Obat-Obatan serta Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS atas penemuan yang jelas akan manfaat kesehatan dari larangan merokok. Semoga semua negara, kota besar, dan kota di seluruh dunia juga bertindak seperti ini dalam menjamin kesehatan masyarakat. http://www.france24.com/en/node/4902449 Semakin banyak kumpulan babi ditemukan mengidap pandemi flu babi Sekretaris Pertanian AS Tom Vilsack mengumumkan bahwa empat babi yang dites untuk flu babi di daerah Minnesota, AS dipastikan terinfeksi meskipun mereka tampak sehat. Sementara itu, Kementerian Pertanian Norwegia juga menegaskan bahwa delapan kawanan babi lagi telah ditemukan sakit di negara itu. AS menjadi negara kesembilan dengan kumpulan babinya yang terinfeksi. Para ahli telah mencatat bahwa flu itu disebarkan dari manusia ke babi dengan mudah lebih daripada yang dahulu diperkirakan. Ancamannya adalah mutasi virus di dalam babi, terutama mereka yang berdesakan di tempat peternakan yang kemudian dapat ditularkan kembali ke dalam bentuk mutasi yang lebih mematikan dan cepat menyebar. Dengan menunjukkan sifat rentan dari kaum muda, sekolah-sekolah di Kabupaten Howard, Maryland, AS telah melaporkan lebih banyak yang absen karena flu hingga mencapai 10 persen dari populasi pelajar itu, 27 kali lebih banyak pada masa ajaran ini, dengan absen di taman kanak-kanak hingga 21 persen dalam satu hari minggu lalu. Sementara itu, banyak negara yang melaporkan kematian baru termasuk India, Prancis, Iran, Kamboja, dan Au Lac (Vietnam). Secara global, ada 4.825 orang yang telah meninggal dan total kasusnya terlalu banyak untuk dihitung. Dengan kesedihan bagi pasien yang menderita dan keluarganya, kami juga ikut prihatin ketika melihat munculnya flu babi pada lebih banyak kawanan babi di seluruh dunia dan berdoa agar ini tidak menyebar lebih jauh lagi. Semoga kita segera melihat penutupan peternakan hewan di seluruh dunia seiring dengan dijalankannya pola makan vegan organik yang bermanfaat dalam mendukung kehidupan bagi semua. http://www.france24.com/en/node/4905167 |
|||