|
19 Oktober 2009 Lidah sapi dianggap tidak aman Sekitar 33.000 pon lidah sapi dari sebuah perusahaan di Omaha, Nebraska ditarik kembali karena masih ada amandel yang menempel. Amandel dianggap sebagai bahan yang berisiko tertentu karena mengandung zat infektif dalam sapi yang dapat mengakibatkan penyakit Sapi Gila atau Creutzfeldt–Jakob yang fatal bagi manusia. Kami berdoa agar umat manusia dan hewan sama-sama aman dari penyakit ini sambil kita menantikan masa depan dimana semua orang memilih makanan nabati yang sehat dan manusiawi. http://www.fsis.usda.gov/News_&_Events/Recall_053_2009_Release/index.asp Kelompok korban yang paling rentan flu babi teridentifikasi Organisasi kesehatan dunia (WHO) telah mengidentifikasi kelompok yang paling berisiko terkena flu babi yaitu mereka yang berpenyakit paru-paru kronis, anak di bawah dua tahun, dan ibu hamil. Virus flu babi terus meminta korban dengan cepat, dengan korban kematian global dilaporkan telah mencapai 4774 menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa. Negara dengan kematian yang meningkat termasuk Amerika Serikat, Korea Selatan, Inggris, Korea Selatan, Inggris, Iran, Kuba, Trinidad, Tobago, China, Spanyol, dan Hongaria. Di kebanyakan negara, meratanya penyebaran flu babi jumlahnya terlalu banyak untuk dihitung. Dr. Ann Schuchat, Direktur Pusat Imunisasi dan Penyakit Pernapasan Nasional AS mencatat bahwa musim flu biasa baru-baru ini jumlahnya tidak lebih dari 88 kematian anak-anak, sebaliknya dari flu babi telah dilaporkan 86 kematian walaupun musim flunya baru mulai. Organisasi Kesehatan Dunia meminta negara di belahan Bumi utara untuk menyiapkan perlawanan terhadap flu babi, melihat bahwa ini telah membanjiri rumah sakit negara belahan selatan selama musim flunya. Kami sedih mengetahui bahwa penduduk dunia menderita atau hidup dalam ketakutan akan pandemi yang berlanjut. Kami berdoa akan masa dimana umat manusia, termasuk anak-anak agar terhindar dari penyakit tragis demikian melalui adopsi pola makan vegan yang meningkatkan imunitas.
http://english.cctv.com/20091017/101799.shtml |
|||