|
08 Oktober 2009 Gelombang kedua flu babi mungkin bisa membuat rumah-sakit AS kewalahan Dengan melaporkan data dari Pusat urusan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), organisasi kebijakan kesehatan Trust for America’s Health menyatakan bahwa gelombang kedua flu babi yang ringan pun bisa menyebabkan rumah sakit di 15 negara bagian AS penuh sehingga melebihi kapasitas, dengan 12 negara bagian lagi yang menyusul. Direktur Trust for America’s Health Dr. Jeffrey Levi berbicara dengan Supreme Master Television tentang penemuan ini. Dr. Jeffrey Levi – Direktur Trust for America’s Health, AS (L): Di Amerika Serikat, pada gelombang pertama musim semi kami mempersiapkan alat perawatan yang dapat bergerak, klinik, ruang praktik dokter, dan bagian gawat darurat yang kewalahan melayani permohonan untuk perawatan dan evaluasi. Contoh ini saya kira dapat memberi kita semacam peringatan tentang jenis permintaan yang mungkin akan kita hadapi. PEMBICARA: Dr. Levy juga menganjurkan prosedur rumah sakit untuk mengoptimalkan kesehatan publik pada waktu gelombang flu babi yang akan datang. Dr. Jeffrey Levi (L): Jenis langkah yang dapat diambil oleh rumah sakit adalah menunda pembedahan pilihan, mengalihkan orang ke perawatan di rumah, selektif terhadap siapa yang diterima masuk rumah sakit meski terkena flu; cobalah urus sebanyak mungkin orang di luar, di dalam masyarakat. Dan lebih banyak yang dapat Anda lakukan dengan campur tangan dari yang tidak berkaitan dengan farmasi untuk memperlambat penyebaran virus ini, dengan begitu Anda dapat mengurangi permintaan melonjak yang akan terjadi di luar sana. PEMBICARA: China sekarang melaporkan kematian flu babi pertamanya dari daerah otonomi Tibet, sementara lebih banyak kematian dilaporkan dari Inggris, Kamboja, Barbados, Formosa (Taiwan), dan India, banyak orang yang terkena yang berusia antara 20 hingga 50 tahun. Sebuah asrama sekolah di Irlandia mengirim semua murid pulang setelah 60 dari 140 murid di sana timbul gejala flu babi. Sementara itu, Menteri Kesehatan Saudi Arabia mengumumkan bahwa Kerajaan itu sedang membuat persiapan untuk menyikapi ancaman flu babi dan rencana untuk maju terus menjadi tuan rumah bagi kira-kira 3 juta orang untuk naik haji tahunan ke Mekah dan Medina di bulan Desember. Secara global saat ini kasus flu babi yang dilaporkan lebih dari 340.000, meskipun pejabat kesehatan berkata total sebenarnya beberapa kali lebih tinggi. Angka kematian flu babi yang tercatat telah naik menjadi 4.524. Kami sampaikan simpati kepada keluarga yang kehilangan orang terkasihnya akibat flu babi. Apresisai kami bagi Dr. Levi dan Trust for America’s Health atas studi yang penuh informasi ini. Semoga anjuran Anda dapat membantu rumah sakit di seluruh dunia untuk membuat persiapan tentang apa yang akan terjadi nanti sementara kami berdoa agar semua penyakit seperti ini lenyap melalui peralihan yang sehat menuju gaya hidup vegan yang manusiawi dan aman.
http://www.reuters.com/article/healthNews/idUSTRE59055420091001
|
|||