|
03 Oktober 2009 Flu babi yang meminta korban jiwa terus berlanjut Di seluruh benua Afrika, 24 negara telah memastikan lebih dari 12.000 kasus yang sebagian besar dilaporkan di Afrika Selatan dimana tingkat pemantauannya cukup tinggi. Venezuela, salah satu negara di Amerika Selatan dengan banyak kematian akibat flu babi dan mengumumkan bahwa 83 orang telah meninggal karena flu babi sejak bulan April dari 1.545 kasus yang dipastikan. India baru saja melaporkan 7 orang lagi yang meninggal akibat flu babi, menjadikan totalnya 328. Empat kematian lagi baru saja dicatat di Arab Saudi, sementara di Iran, ada tambahan 22 kasus flu babi, dengan total 422 kasus. Kelompok usia lebih muda juga menjadi sasaran, dengan seorang Formosa (Taiwan) berusia 18 tahun telah kalah melawan virus flu babi setelah 100 hari dirawat di rumah sakit dan seorang bayi berusia 9 bulan menjadi yang baru meninggal di Kuwait, negara Timur Tengah yang sejauh ini telah menghabiskan US$14 juta dalam usaha pencegahan. Secara global, angka kematian resmi berjumlah 4.385 dengan jumlah total orang yang tertular dikatakan tak mungkin dihitung karena jumlahnya jauh terlalu banyak untuk dilacak. Kami berduka karena terus terjadi kehilangan nyawa akibat virus flu babi itu dan berdoa bagi kesembuhan untuk mereka yang telah jatuh sakit parah. Kami mengharapkan semakin banyak orang yang sadar akan manfaat pola makan nabati yang memacu kekebalan tubuh dalam melindungi kita dari penyakit menular ini dan mencegah pandemi yang berikutnya. http://www.spa.gov.sa/English/details.php?id=704824 |
|||