|
18 November 2009 Daging dijual dengan tanggal kedaluwarsa palsu Wartawan penyelidik di Denmark menemukan, sejumlah pasar swalayan di negara itu secara teratur mengemas kembali daging lama, mencapnya dengan tanggal kedaluwarsa baru yang dipalsukan. Pelanggaran lainnya yang ditemukan termasuk pelabelan yang tidak akurat seperti daging yang disebut kambing giling ternyata juga berisi babi serta kandungan lemak dari sebagian produk daging yang jauh lebih tinggi daripada yang disebutkan di labelnya. Terima kasih kami, para jurnalis Denmark yang telah menyoroti fakta yang mencemaskan mengenai penjualan daging. Kami berdoa agar segera datang masa ketika semua manusia menghindari zat berbahaya ini dan beralih ke makanan nabati yang penuh gizi demi kesehatan pribadi dan planet ini.
http://www.cphpost.dk/classifieds/employment/47280.html?task=view Kematian menyusul suntikan flu babi sedang diteliti Pria berusia 55 tahun di Thuringia, Jerman, meninggal beberapa jam setelah menerima vaksin flu babi, hal ini mendorong kekhawatiran terhadap vaksin itu. Selain itu, dua warga Jerman lainnya mengalami syok anafilaktik yang mengancam jiwa setelah disuntik vaksin itu, dan lima orang lainnya dilaporkan meninggal di Swedia setelah divaksinasi. Penelitian oleh pejabat kesehatan dilakukan di kedua negara untuk menentukan apakah kematian itu berkaitan dengan vaksinasi. Sementara itu, sejumlah besar orang memilih untuk tidak menerima vaksin flu babi karena khawatir akan keamanannya, sementara yang lain menolak atas dasar kemanusiaan karena menggunakan telur yang diambil dari ayam yang dipelihara dan dibesarkan secara kejam dan melanggar peraturan, atau menggunakan ginjal dari monyet hijau Afrika. Jajak pendapat di Slovenia melaporkan, 83% penduduk menolak vaksinasi flu babi, sementara itu jajak pendapat di Rumania menemukan bahwa kurang dari 50% yang berminat untuk mendapatkan vaksinasi. Berdasarkan hitungan resmi, flu babi telah merenggut 7.092 jiwa di seluruh dunia, walaupun angka sebenarnya kemungkinan besar jauh lebih banyak. Di Ukraina, kematian naik menjadi 316, sementara di Italia mencapai 53, dan di Skotlandia, Inggris, 38. Sejauh ini 530 orang meninggal di India akibat flu babi, sementara kematian di Israel menjadi 49 dan Tunisia melaporkan dua kematian pertamanya. Dengan Jerman mencatat kasus flu babinya yang berlipat dua dalam seminggu., Kita diingatkan bahwa pandemi ini terus menyebar lebih cepat daripada yang pernah ada, dengan kasus yang terlalu banyak untuk dihitung. Doa kami bagi keluarga yang kehilangan orang terkasihnya akibat flu babi dan mungkin juga akibat vaksinnya. Semoga dunia kita segera mengadopsi pola makan vegan yang manusiawi, higienis, dan mendorong vitalitas demi mengakhiri ancaman kesehatan publik dari penyakit zoonotik dan bawaan hewan.
http://www.sta.si/en/vest.php?s=a&id=1448752 |
|||