|
16 November 2009 Informasi dapat mengubah orang menjadi vegan, kata Ellen De Generes, pembawa acara vegan Ellen DeGeneres, pembawa acara bincang-bincang di televisi AS sekaligus aktris dan komedian, mulai berbagi video demo memasak dan resep di situs web acara televisinya, serta alasannya menjadi vegan. Dia menulis pada situsnya, “Saya secara pribadi memilih menjadi vegan karena saya mencari informsi untuk diri saya tentang peternakan dan kekejaman terhadap hewan, dan tiba-tiba saya menyadari bahwa yang ada di piring saya adalah makhluk hidup yang memiliki perasaan. Dan saya tidak dapat tidak menghindari diri saya dari hal itu lagi. Saya membaca buku seperti “Diet for a New America’ dan melihat film dokumenter seperti ‘Earthlings’ dan ‘Meet your Meat’, dan itu menjadi pilihan mudah bagi saya.” Situs web tersebut juga menyediakan informasi bagi pengunjung dan penggemar untuk belajar lebih jauh tentang pola makan vegan yang sehat. Ellen, pujian tulus kami atas upaya Anda untuk menginformasikan kepada publik tentang memilih gaya hidup bebas kekejaman. Semoga bintang Anda terus menerangi berbagai manfaat dari makanan vegan yang menyelamatkan Bumi.
http://vegetarianstar.com/2009/11/10/meatless-mouthful-why-ellen-degeneres-went-vegan Kekhawatiran terhadap vaksin flu babi berlanjut Upaya vaksinasi di seluruh dunia ditandai oleh efek samping vaksin yang merugikan dan banyak orang yang memandangnya tidak aman karena kurangnya pengujian, bahan kimia yang dianggap berbahaya, dan zat vaksin yang umumnya terbuat dari telur hasil produksi masal yang memaksakan perlakuan tidak manusiawi terhadap ayam. Lebih lanjut, sejumlah karyawan di rumah sakit Perbatasan Pelayanan Kesehatan Nasional (NHS) di Skotlandia, Inggris mendapat reaksi yang merugikan setelah memperoleh vaksin flu musiman dan flu babi pada saat yang sama. Dan di China, sedikitnya 15 orang mendapat reaksi terguncang keras atas vaksinnya. Korban kematian global seperti dilaporkan secara resmi adalah 6.768. Tapi jumlah total kematian sebenarnya karena flu babi dianggap terlalu banyak untuk dicatat dengan akurat. Ontario, Kanada menyaksikan kenaikan jumlah kematian flu babi yang tinggi, dengan 24 orang meninggal dalam waktu 72 jam, meningkatkan korban kematian menjadi 61 orang. Kementerian Kesehatan Ukraina mengumumkan 265
kematian flu babi, China kini memiliki 43 kematian; Hongaria, dan Finlandia masing-masing 7 orang; El Salvador 25 orang; Turki 60 orang; dan Selandia Baru 20 orang. Kami bersimpati dengan mereka yang kehilangan orang tercintanya karena penyakit virus yang berbahaya ini, dan berdoa bagi mereka yang terkena penyakit ini atau efek samping vaksinnya. Semoga kita semua berbalik ke cara makan yang harmonis yang bisa mencegah penyakit dari hewan dan melindungi kesehatan masyarakat.
http://www.google.com/hostednews/ap/article/ALeqM5hUCrj6qBD1IyWXrdfi7h1MKrcawQD9BV26C04 |
|||