Email Arikel ini ke Teman Anda
 |
 |
28
Mei 2009
Pabrik ternak tidak saja membahayakan kesehatan dan lingkungan,
tetapi juga masyarakat
Virus flu babi A-H1N1 terus
memperluas penularannya secara global, kasus yang dikonfirmasi
mendekati 13.000 di 49 negara. Kasus pertama baru saja
dilaporkan di Singapura serta Romania, dan dengan kematian lebih
dari 100 orang. Karena meningkatnya kasus di Jepang, sekitar 200
sekolah telah membatalkan atau menunda perjalanan murid-murid
mereka. Negara dengan jumlah kasus tertinggi adalah AS yaitu
lebih dari 6.700 orang, dimana Departemen Kesehatan dan
Pelayanan Manusia telah menyoroti kegagalan dalam sistem
kesehatan publik, termasuk ketidakmampuan menjamin keamanan
pangan dan bereaksi dalam mengatasi pandemik.
Para ahli menyatakan dengan
pasti bahwa wabah flu babi ini bukan yang terakhir atau yang
terburuk yang kita dihadapi jika pabrik peternakan masih ada dan
menghasilkan daging secara besar-besaran. Dr. Amy Fitzgerald,
seorang sarjana sosiologi di Universitas Windsor, Kanada adalah
salah satu dari peneliti yang telah mempelajari dampak dari
industri daging pada masyarakat sekitar.
Karena tekanan tinggi dari
pekerjaan membunuh hewan, terluka karena kecelakaan,
kanker, dan kematian yang tinggi di antara para pekerja
pabrik peternakan serta rumah jagal, Dr. Fitzgerald
juga telah melihat dampak sosial seperti penyalahgunaan
obat, kejahatan, dan kekerasan. Beliau membagikan penemuannya dalam
wawancara telepon dengan Supreme Master Television.
Amy Fitzgerald – Ahli
Sosiologi, Universitas Windsor, Kanada, VEGAN (P): Saya
mengamati 581 kabupaten di AS yang memiliki rumah jagal, yang tidak memiliki rumah
jagal, yang
tempatnya besar, yang tempatnya kecil untuk membandingkan apakah ada
hubungan yang berarti antara jumah karyawan rumah pemotongan
hewan dengan tingkat kejahatan.
Supreme Master TV (P):
Dan apa yang Anda temukan?
Dr. Amy Fitzgerald (P):
Saya menemukan bahwa jumlah orang yang bekerja di rumah jagal
lebih sering melakukan tindakan kekerasan sehingga ditangkap
yang berwenang. Beberapa peneliti menyebutkan bahwa kekerasan di rumah tangga dan anak-anak
dari para pekerja di rumah jagal cenderung lebih tinggi.
SUARA: Dr. Fitzgerald
mengungkapkan bahwa pekerjaan di rumah jagal menyebabkan
meningkatnya sifat jahat dan menyukai kekerasan di antara para pekerja dibandingkan pekerjaan lain yang tidak melibatkan pembunuhan.
Dr. Amy Fitzgerald (P):
Saya memasukkan industri lainnya yang memiliki tenaga kerja imigran berupah rendah
serta tingkat kecelakaan dan sakit yang tinggi. Dan apa yang
saya temukan adalah sifat kekerasan berhubungan erat dengan
mereka yang bekerja di rumah jagal, tapi hal itu tidak terlihat pada
industri-industri lain.
SUARA: Terima kasih
kami Dr. Fitzgerald yang telah menunjukkan masalah tersembunyi dan kemunduran yang dibawa oleh industri daging
yang bukan hanya bagi kesehatan dan lingkungan, tetapi juga bagi
perilaku masyarakat. Kami berduka bagi orang-orang itu serta mereka yang
tertular flu babi. Kami juga turut bersimpati kepada mereka yang
kehilangan orang-orang terkasihnya karena virus itu. Semoga kita
sadar atas bahaya yang luas akibat pemeliharaan
ternak dan mengarahkan kita menuju pola makan vegan yang
penuh kasih bagi semua.
Pertanian kota membantu penduduk Kuba tetap sehat dengan sayuran
segar
Pada tahun 2008, lebih dari
1,4 juta ton sayuran dihasilkan untuk membantu agar setiap warga Kuba
setidaknya memakan 400 gram sayuran dan buah-buahan setiap hari. Tahun ini
diharapkan dapat menghasil panen yang lebih tinggi dengan investasi-investasi
baru untuk memperluas tanah yang tersedia. Dengan praktik pertanian yang berwawasan lingkungan, sistem itu
mempekerjakan 300 ribu orang lebih yang merawat lebih dari 4.000
kebun sayur intensif, pertanian pinggir kota, dan tempat-tempat
lainnya untuk menanam tanaman pangan, tanaman obat, dan bunga.
Sungguh strategi cerdik yang
menyehatkan, Kuba! Semoga Tuhan memberkahi negara Anda dengan
banyak panen yang berhasil untuk memberi makan banyak orang.
http://www.prensa-latina.cu/index.php?option=com_content&task=view&id=85323&Itemid=73
Email Arikel ini ke Teman Anda
 |
 |