14 Mei 2009

Kota di Belgia menjadi vegetarian seminggu sekali untuk selamatkan Bumi

Peluncuran makan siang vegetarian hari Kamis di seluruh kotamadya kedua terbesar di Belgia menjadi yang pertama kali dilakukan di dunia, dimana para karyawan dan pejabat kota Ghent akan makan hidangan tanpa daging seminggu sekali. Berdasarkan laporan PBB yang mencatat emisi gas rumah kaca yang sangat berarti dari hewan ternak serta masalah-masalah kesehatan seperti kegemukan, langkah itu juga berarti bahwa sekolah-sekolah akan menyambut tahun ajaran baru dengan program yang sama, dengan kantin sekolah menjalankan jawal mingguan menyajikan hidangan-hidangan vegetarian hangat kepada 2.000 pelajar lebih di seluruh kota itu. Wakil walikota Ghent, Bpk. Rudy Coddens menerangkan, “Kami ingin menunjukkan kepada anak-anak bahwa Anda tidak harus makan daging setiap hari.” Kota itu juga mencetak peta-peta jalan veggie untuk mempermudah perjalanan menuju rumah-rumah makan vegetarian di wilayah itu.

Jalan terus Wakil Walikota Coddens dan Ghent! Sungguh program maju yang sangat bagus bagi kota Anda yang menaikkan kesadaran dan meningkatkan kesehatan penduduk di seluruh kota! Kami tak sabar melihat lebih banyak daerah ikut dalam upaya yang bermanfaat bagi keuntungan baik orang-orang maupun planet ini.

http://www.7sur7.be/7s7/fr/1524/Cuisine/article/detail/847164/2009/05/08/Des-journees-sans-viande-a-l-ecole.dhtml#reageerTag (C11. Yogini ID:142078) http://news.bbc.co.uk/2/hi/europe/8046970.stm, http://www.epicurious.com/articlesguides/blogs/editor/2009/05/city-to-go-veggie-one-day-a-week.html

Ahli-ahli kesehatan sebelumnya telah memperingatkan tentang pandemi

Jumlah kasus flu babi terus meningkat, dengan sekitar 6.300 kasus di 33 negara. Kasus baru muncul di Kanada, China, Hong Kong, Amerika Serikat, dan Inggris. Tiga sekolah di Inverclyde, Inggris ditutup selama tujuh hari karena kemungkinan ditemukannya penyakit flu babi pada beberapa murid muda mereka. Dalam studi yang diterbitkan di tahun 2006, Institut Kesehatan Nasional di AS telah memperingatkan bahwa operasi peternakan intensif dapat menyebabkan pandemik. Studi itu menyatakan bahwa hewan-hewan jinak, terutama unggas atau babi, dalam operasi pemberian makan hewan-hewan dengan dikurung (CAFOs) merupakan “amplifier” bagi jenis influenza baru dan bahwa para pekerja di peternakan itu menjadi jembatan yang membawa penyakit itu ke masyarakat umum. Sebagai ahli biologi AS Dr. Robert G. Wallace menyatakan dalam wawancara dengan majalah politik Jerman, “Report Mainz:” "Bukannya H1N1 yang harus kita khawatirkan, melainkan proses yang menciptakan virus yang sangat mematikan dari virus flu yg kurang menular. Dan proses ini sangat dipercepat dengan menjejalkan ratusan ribu ayam atau babi."

Dalam wawancara dengan Supreme Master Television, Professor Ilmu Kedokteran Dr. Jose Maria Peña di Universitas Autónoma de Madrid, Spanyol, mengingatkan kita bahwa penyakit sapi gila juga berkembang dari operasi peternakan.

Supreme Master TV: Kenapa Anda pikir bahwa pabrik ternak pada umumnya merupakan keprihatian bagi para ahli kesehatan? Kenapa situasi-situasi ini mengancam masyarakat umum?

Dr. Jose Maria Peña di Universitas Autónoma de Madrid, Spanyol (L): Kami punya pengalaman masa lalu yang mengingatkan kami bahwa penyakit sapi gila muncul ketika bangkai domba dijadikan makanan hewan, menyebabkan penyakit itu berpindah dari satu spesies ke spesies lainnya hingga menjangkiti kita melalui sapi. Jadi orang-orang sudah sangat sadar bahwa praktik-praktik  produksi makanan tertentu bisa berisiko menciptakan penyakit-penyakit menular.

SUARA: Dr. Peña juga membicarakan risiko yang tidak terpisahkan dalam pengobatan hewan secara berlebihan dengan antibiotik, yang dapat mengarah kepada infeksi yang tahan antibiotik.

Dr. Jose Maria Peña (L): Saya telah berbicara dengan rekan-rekan dokter hewan, dan telah mencoba mencari informasi dan belum menemukan penjelasan ilmiah yang benar dan masuk akal tentang manfaat dari penggunaan antibiotik dalam memperbesar hewan, saya tidak tahu manfaat intinya, mungkin keuntungan lebih besar. Tapi sisi buruknya nyata. Kita berbagi bakteri dengan banyak spesies lain baik hewan menyusui atau unggas. Jika bakteri-bakteri itu  terkena antibiotik, akhirnya mereka akan bermutasi menjadi kebal antibiotik, dan akan sampai ke diri kita.

SUARA: Terima kasih sepenuh hati kepada Dr. Peña dan Dr.Wallace atas keprihatinan dan peringatannya akan risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh praktik-praktik pabrik ternak. Semoga kesadaran kita yang meluas tentang faktor-faktor semacam ini mendorong peralihan ke pola makan higienis berbasis tanaman yang membawa kedamaian kepada hewan-hewan serta diri kita sendiri.

http://www.3sat.de/dynamic/sitegen/bin/sitegen.php?tab=2&source=/nano/astuecke/133768/index.html http://www.nih.gov/, http://www.ecoportal.net/content/view/full/85765 http://www.pubmedcentral.nih.gov/articlerender.fcgi?artid=2042988 http://en.wikipedia.org/wiki/2009_swine_flu_outbreak#cite_note-US-Table-4 http://news.xinhuanet.com/english/2009-05/13/content_11366432.htm http://www.lemonde.fr/planete/article/2009/05/12/l-epidemie-de-grippe-a-pourrait-tuer-30-000-personnes-en-france_1191803_3244.html#xtor=RSS-3244