Email Arikel ini ke Teman Anda
 |
 |
21
Juni 2009
Kekejaman peternakan
telah melahirkan penyakit
Flu babi saat ini telah
menginfeksi setidaknya 44.300 orang di seluruh dunia di 90
negara, dengan lebih dari 180 kematian. Australia telah
dilaporkan ada yang kehilangan nyawa untuk yang pertama kalinya
dalam kasus flu babi, sementara Fiji dan Algeria mendapat kasus
yang pertama. Sebuah studi AS tahun 2006 menemukan bahwa para
pekerja peternakan babi secara signifikan berisiko tinggi
terkena infeksi virus flu babi dan menyarankan para personel ini
harus dimasukkan ke dalam pengawasan pandemik serta rencana
antivirus pemerintah. Semua jenis pandemik flu yang berasal dari
hewan, babi menjadi salah satu pembawa paling umum karena mereka
dapat terinfeksi baik oleh jenis flu manusia maupun burung lalu
dapat berinteraksi dan membentuk virus baru yang lebih mematikan.
Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit AS menemukan bahwa
sepertiga hingga setengah babi di peternakan modern memiliki
antibodi untuk influenza, ini membuktikan bahwa mereka secara
historis pernah saja terinfeksi. Di pabrik-pabrik peternakan,
peluang dari virus flu babi ini untuk menginfeksi manusia
semakin meningkat karena populasi yang besar, dimana setidaknya
ada 5.000 ekor babi pada peternakan biasa. Ini berarti virus itu
mungkin akan terus ditularkan dan bermutasi ke dalam bentuk yang
lebih mematikan. Untungnya, semakin banyak para pembuat
undang-undang di seluruh dunia yang memantau situasi ini.
Supreme Master Television baru-baru ini berbicara dengan juru
bicara hak hewan Partai Hijau Selandia Baru Sue Kedgley mengenai
bagaimana ia mulai menyadari keadaan parah hewan ternak.
Sue Kedgley – Anggota
Parlemen, Selandia Baru, Pembicara Partai Hijau Kesejahteraan
Hewan (P): Saya sebenarnya menulis kepada dewan produksi dan
bertanya apa saya boleh pergi dan melihat ke dalam pabrik
peternakan, dan yang mengejutkan saya mereka setuju, lalu saya
pergi. Saya selalu berkata bahwa bila konsumen melihat sendiri
tentang keadaan yang dipaksakan oleh hewan-hewan ini, maka kita
tidak akan membeli lagi - dan peternakan-peternakan itu akan
tutup. Satu-satunya alasan mengapa kita terus melakukan hal itu
adalah mereka tersembunyi dan kebanyakan konsumen tidak pernah
tahu atau tidak memikirkannya, karena jika Anda melihat sendiri
keadaan babi-babi betina itu di kandang, Anda pasti menyimpulkan
bahwa babi-babi itu betul-betul sedih, menderita total. Mereka
tinggal di dalam kurungan dengan frustrasi, mereka menjerit,
maksud saya mereka terlihat sangat putus asa. Saat itu saya juga
membawa putra saya yang masih kecil, lalu ia hanya berkata,
“Bagaimana mungkin manusia bisa sekejam ini?” Saya yakin tepat
seperti itu reaksi setiap orang bila mereka betul-betul pergi,
tetapi kebanyakan orang tidak punya kesempatan untuk melihat ke
dalam pabrik peternakan karena peternakan-peternakan babi tidak
ingin agar kita melihat kondisi tempat hewan-hewan itu
dibesarkan.
Suara: Terima kasih
Anggota Parlemen Kedgley atas wawasan dan kejujuran Anda yang
berani untuk memperluas kesadaran pembuat undang-undang dan
masyarakat. Kami turut simpati kepada mereka yang jatuh sakit
atau menderita kehilangan orang yang dicintai, kami juga
mendoakan hari ketika praktik kekejaman semacam ini serta
penyakit yang menyertainya akan mereda. Seperti yang
direkomendasikan oleh Komite Dokter untuk Obat yang Bertanggung
Jawab yang berbasis di AS, mari kita semua membuat langkah
pertama menuju pencegahan sejati dengan hidangan tanpa daging.
http://www.pubmedcentral.nih.gov/articlerender.fcgi?artid=1673212
http://www.pcrm.org/news/release090612.html
Penelitian tahun 2006:
http://www.pubmedcentral.nih.gov/articlerender.fcgi?artid=1673212
Istana Buckingham di
Inggris dihiasi dengan sebidang tanah kecil untuk sayuran
organik Kerajaan
Di area baru yang dirancang
oleh Yang Mulia Ratu Elizabeth II untuk penanaman sayuran
organik, tukang kebun Kerajaan akan menggunakan rumput laut cair
sebagai pupuk untuk menumbuhkan sayuran seperti halnya tomat,
daun selada, buncis, bawang, bawang perai, dan wortel. Tujuan
kebun yang baru ini adalah untuk mengawetkan varitas biji-bijian
langka dan sebagai promosi makanan sehat dan gaya hidup
berkelanjutan. Wakil manager kebun Ratu, Claire Midgeley,
berkata, “Kami mencoba untuk promosikan menanam makanan dan
sayuran Anda sendiri, melibatkan para keluarga dan anak-anak...
Ini adalah gerakan penanaman di seluruh negeri dan kami berharap
untuk mendorong hal itu.”
Hormat kami, Yang Mulia,
atas teladan Anda yang mulia dengan penanaman organik. Tentu
akan semakin banyak orang yang terinspirasi terhadap manfaat
yang sama untuk diri mereka dan lingkungan dengan melakukan hal
yang sama.
http://www.abcnews.go.com/GMA/Weekend/Story?id=7836150&page=2
http://www.upi.com/Odd_News/2009/06/14/Queen-Elizabeth-has-palace-veggie-patch/UPI-21641244952060
http://news.ninemsn.com.au/world/825296/queen-elizabeth-gets-own-veggie-patch
http://news.bbc.co.uk/2/hi/uk_news/8098799.stm
Email Arikel ini ke Teman Anda
 |
 |