Email Arikel ini ke Teman Anda
 |
 |
08
Juni 2009
Perasaan-perasaan hewan
Melalui studinya yang luas
tentang kehidupan emosional hewan, guru besar ilmu etologi
Universitas Colorado Dr. Mark Bekoff menyimpulkan bahwa hewan
adalah makhluk hidup yang mempunyai berbagai macam perasaan,
termasuk kegembiraan dan dukacita. Dr. Bekoff berbicara dengan
Supreme Master Television tentang emosi-emosi hewan dibandingkan
dengan emosi-emosi manusia yang menyoroti bahwa jika kita
mengakui emosi dari hewan peliharaan yang kita sayangi, maka
kita tidak bisa menyangkal bahwa hewan-hewan yang dipelihara
untuk makanan juga memiliki emosi-emosi yang sama.
Dr. Marc Bekoff – guru
besar ilmu etologi Universitas Kolorado dan pengarang buku
“Emosi Hidup Para Hewan (The Emotional Lives of Animals)” (L):
Ide sederhananya adalah perbedaan-perbedaan di antara
spesies, perbedaan dalam kadar bukannya perbedaan dalam jenis.
Itu berarti ada perbedaan semacam bayangan kelabu, bukannya
perbedaan mutlak. Jadi jika Anda adalah ahli biologi, jika Anda
katakan manusia merasa gembira maka Anda tidak bisa menyangkal
kegembiraan dari hewan-hewan. Dan jika Anda pikir anjing-anjing
merasa gembira, maka Anda tidak dapat menyangkal rasa gembira,
duka, atau emosi-emosi lain dari sapi, domba, atau ayam. Dan itu
adalah salah satu pesan penting. Jika Anda pikir anjing Anda
mempunyai emosi-emosi, maka Anda tidak konsisten jika berkata
bahwa sapi-sapi tidak merasakannya.
Supreme Master TV (P):
Anda vegetarian?
Dr. Bekoff (L): Ya,
saya kebanyakan vegan.
SUARA: Kenyataan
bahwa hewan-hewan dan khususnya hewan ternak adalah makhluk
hidup yang mempunyai beraneka macam emosi telah menunjukkan
bahwa kita kurang bermoral jika terlibat dalam pemeliharaan dan
pembunuhan hewan-hewan demi makanan. Flu babi, yang berasal dan
berkembang di peternakan babi adalah indikator satu lagi bahwa
mengonsumsi produk hewani telah membuat kita tidak seimbang
dengan nilai-nilai diri kita sendiri. Selama akhir minggu lalu,
kematian flu babi meningkat di AS dan Republik Dominika dengan
sekitar 130 nyawa hilang di seluruh Amerika Utara dan Selatan.
Banyak korban yang merupakan anak-anak atau orang-orang yang
lebih muda. Jumlah kasus yang telah diidentifikasi sekitar
22.000 di 71 negara. Namun, jumlah ini belum termasuk
kasus-kasus yang belum diuji dan diidentifikasi secara medis.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS menyatakan jumlah
sebenarnya dari kasus-kasus di negara itu mendekati 200.000,
hampir 20 kali dari perhitungan saat ini sebesar 13.000.
Penghargaan kami yang dalam,
Dr. Bekoff, atas penelitian welas asih Anda yang menunjukkan
berbagai perasaan dari hewan sesama penghuni Bumi kita. Kami
mengirimkan doa dan belasungkawa kepada individu, keluarga, dan
masyarakat yang tertular oleh flu babi, serta menanti-nanti
peralihan yang meluas ke arah kesejahteraan melalui pola makan
vegan yang memperkokoh hidup.
Email Arikel ini ke Teman Anda
 |
 |