|
26 Juli 2009 WHO memprediksi sepertiga populasi akan terkena flu babi Dengan kasus yang dikonfirmasi di 160 dari 193 negara di seluruh dunia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi bahwa dua miliar orang dapat mengidap flu babi berdasarkan pola pandemik terdahulu. WHO telah menyatakan bahwa laboratorium mengidentifikasi peningkatan kasus ini terlalu tinggi untuk dimonitor. Pusat Eropa untuk Pencegahan dan Kontrol Penyakit (ECDC) melaporkan ada 917 orang yang meninggal karena flu babi, dengan 154.985 kasus dikonfirmasi secara resmi. Di Eropa, kasus flu babi di Inggris telah berganda sejak minggu lalu, dengan tingkat konsultasi dokter di Wales meningkat 40 persen sepanjang hari. Situs flu babi nasional Inggris dibuat untuk memberi bantuan bagi orang-orang untuk mendiagnosa sendiri gejala-gejala mereka. Situs itu rusak beberapa saat setelah ia diluncurkan karena kelebihan pengunjung hingga lebih dari 9 juta orang per jam pada hari pertamanya. Karena semakin banyak orang yang terinfeksi, Prancis telah mendesak mereka yang punya gejala flu untuk mencari dokter daripada pergi ke rumah sakit dan menyediakan konfirmasi laboratorium bagi orang yang berisiko tinggi. Flu babi juga terus merenggut nyawa termasuk 30 orang Brasil yang meninggal dalam 24 jam. Para ahli mengatakan bahwa mereka sangat khawatir karena kematian yang sebenarnya akan muncul ketika musim dingin tiba di belahan Bumi utara. Hal ini juga mengingatkan kita bahwa mutasi virus yang mematikan dapat terus berlanjut jika industri ternak masih ada sebagai tempat inkubasi virus itu. Penghargaan setulus kami Organisasi Kesehatan Dunia dan pejabat internasional atas usaha Anda untuk menyampaikan penyebaran flu babi. Kami sedih dengan berita kematian dan penderitaan di seluruh dunia setiap harinya dan berdoa bagi berkah Surga untuk mengatasi kesulitan di masa ini seiring kesadaran manusia meningkat untuk memilih gaya hidup tanpa produk hewani yang menyelamatkan. http://news.yahoo.com/s/afp/20090724/hl_afp/healthfluwho_20090724100534
USDA melakukan penarikan daging sapi yang pertama karena salmonella Toko pada sebuah jaringan pengecer di tujuh negara bagian AS menanggapi penarikan oleh Departmen Pertanian (USDA) terhadap 466.236 pon daging sapi giling yang dijual dalam waktu lebih dari 1 bulan yang telah menyebabkan 14 penduduk Colorado jatuh sakit karena jenis salmonella yang kebal obat, enam di antaranya telah masuk rumah sakit. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, salmonella biasanya ditularkan dengan mengonsumsi makanan yang tercemar oleh kotoran hewan dan bisa mematikan. Ahli epidemi Departemen Kesehatan Umum Colorodo Dr. Alicia Cronquist menerangkan bahwa bagi tiap kasus salmonella yang secara resmi dilaporkan, sangat mungkin 38 lainnya juga terjangkit. Terima kasih banyak, Dr. Cronquist, Departemen Pertanian dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, atas upaya-upaya Anda untuk melindungi kesehatan publik. Semoga peringatan seperti ini membuat kita semua segera mempertimbangkan pilihan pola makan nabati yang lebih aman dan sehat. http://www.denverpost.com/news/ci_12900731
|
|||