|
18 Juli 2009 Kasus flu babi menjadi terlalu banyak untuk dihitung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan bahwa pandemik flu babi 2009 telah menyebar ke seluruh dunia dengan laju yang belum pernah terjadi sebelumnya. Menurut urusan pencegahan dan pengendalian penyakit Pusat Eropa, perhitungan resmi menunjukkan 130.733 kasus yang dikonfirmasi di 137 negara, dengan 702 orang meninggal karena virus tersebut. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia telah mengumumkan bahwa mereka tidak akan melaporkan kasus yang dikonfirmasi lagi karena para ahli wabah menyimpulkan bahwa perhitungan demikian hampir tiada artinya, karena sebenarnya jutaan orang dicurigai telah tertular tanpa dikonfirmasi di laboratorium. Memang, dalam minggu lalu, jumlah orang di Inggris dan Wales yang melaporkan gejala semacam flu kepada dokter mereka naik hingga 40.000 orang per minggu, yang memberi tekanan pada Pelayanan Kesehatan Nasional. Kepala Pejabat Medis Liam Donaldson memperkirakan sebanyak 60 persen dari penduduk Inggris mungkin tertular, sementara Menteri Kesehatan meramalkan bahwa 65.000 orang bisa jadi meninggal karena flu babi di Kerajaan Inggris. Orang-orang juga bersatu untuk membicarakan cara menghadapi penyakit ini. Para menteri kesehatan Amerika Selatan dari Argentina, Bolivia, Brasil, Cile, Uruguay dan Paraguay bertemu pada hari Rabu untuk mengkoordinir tanggapan dalam usaha untuk hentikan laju kecepatan perkembangan flu babi yang mengerikan. Di AS, babi di peternakan babi di North Carolina, AS merupakan yang pertama kali diketahui menderita karena kondisi virus flu babi yang sekarang ini pada tahun 1998, telah menyebar ke 20 persen dari populasi babi AS di tahun 1999. Baru-baru ini, studi Kanada mendapati bahwa di seluruh negeri itu, terdapat 93% pertalian antara jumlah babi dan jumlah kasus flu babi manusia di wilayah atau daerah yang sama. Selain itu para ilmuwan menemukan 99 persen hubungan antara jumlah peternakan babi dan jumlah kasus flu babi manusia di tingkat provinsi. Dengan kata lain, flu babi jauh lebih umum dan berat di daerah yang terdapat pabrik ternak babi. Misalnya, di Provinsi Quebec dimana terdapat populasi babi terbanyak yang berjumlah sekitar 4,3 juta ekor, penduduknya sepertinya dua kali lebih banyak masuk rumah sakit dan 60% lebih banyak meninggal akibat flu babi dibandingkan provinsi Kanada lainnya. Keprihatinan demikian telah membuat warga di Carolina Utara, AS yang juga konsentrasi peternakan babinya tinggi, mendesak gubernur mereka untuk mengatasi masalah kesehatan manusia yang diciptakan oleh pabrik ternak babi itu. Bukan hanya flu babi, tapi semakin banyak penyakit lain yang tahan terhadap obat-obatan juga muncul dari pabrik ternak babi dan hewan lain akibat penggunaan antibiotik yang rutin dalam pemberian makanan ternak. Di AS, dimana 70% dari seluruh antibiotik dipakai untuk peternakan hewan. Penularan bakteri telah menelan 18.000 jiwa setiap tahun, yang lebih banyak daripada semua kematian akibat AIDS di negara itu. Kami memberi hormat kepada semua pemerintah, organisasi kesehatan, dan personil atas layanan berdedikasi Anda dalam membantu semua korban flu babi. Rasa simpati tulus kami kepada mereka yang telah kehilangan orang tercintanya akibat penyakit yang terkait dengan peternakan hewan, seraya kami berdoa agar mereka yang menderita penyakit itu sepenuhnya pulih dengan selamat. Mari kita semua beralih ke gaya hidup vegan organik yang memulihkan kekebalan untuk menyambut dunia sehat yang lebih bersemangat. 65000 orang dapat
meninggal karena flu babi di Inggris |
|||