07 Juli 2009

WHO menemukan flu babi yang tahan terhadap antivirus

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mulai menyelidiki penyebaran potensial dari apa yang disebut bentuk baru dari flu babi yang kebal terhadap obat antivirus Tamiflu.

Seorang wanita yang tiba di Hong Kong, China dari Kalifornia, AS adalah orang ketiga yang sekarang telah dipastikan menderita flu yang tahan terhadap antivirus ini. Sedikitnya 124 negara di seluruh dunia telah tertular penyakit ini sekarang dengan Macedonia melaporkan dua kasus pertamanya dan orang yang terkena flu ini secara resmi telah melampaui angka 94.500 serta lebih dari 425 korban jiwa.

Namun, Menteri Kesehatan Inggris Andy Burnham menyatakan, ia memperkirakan kasus flu babi bisa mencapai 100.000 per hari di Inggris pada akhir Agustus ini.

Di Asia, kasus telah bertambah dengan puluhan orang seperti di Hong Kong dan Au Lac (Vietnam). Departemen Kesehatan Filipina mengumumkan bahwa hampir setengah dari 1.709 penderita flu babi yang telah dipastikan di negara itu berusia antara 10 dan 19 tahun.

Kecemasan juga timbul di negara Islam mengenai Naik Haji di bulan November, yang diperkirakan mendatangkan tiga juta orang dari 160 negara ke Kota Mekah di Arab Saudi. Sementara itu, pejabat kesehatan Tunisia telah melarang semua orang kecuali yang benar-benar naik Haji tahun ini untuk membantu mengurangi risiko flu babi.

Kami terus berterima kasih atas kerja sama dari berbagai pemerintah, organisasi, dan individu untuk memahami lebih jauh serta mencegah penyebaran flu babi ini. Kami bersedih hati ketika mengetahui banyaknya jumlah korban jiwa dan mendoakan kesembuhan para penderita. Kami menanti-nanti hari ketika semua peternakan yang menjadi sumber penyakit ini telah dilenyapkan dan beralih ke pola vegan organik yang membangun daya hidup.

Seorang perempuan di Hong Kong kebal dengan antivirus, ada 100.000 kasus baru setiap harinya di Inggris hingga akhir Agustus
http://www.timesonline.co.uk/tol/life_and_style/health/article6638225.ece
Hampir 210 kasus flu A(H1N1) dikonfirmasi
http://english.vietnamnet.vn/Health/2009/07/856405
Tunisia menunda naik haji ke Mekah karena flu babi
http://www.zawya.com/story.cfm/sidANA20090704T195904ZMYN78
50% dari korban flu babi adalah remaja dan anak-anak
http://newsinfo.inquirer.net/breakingnews/nation/view/20090704-213836/50-of-flu-victims-in-their-teens-pre-teens
Flu babi meningkatkan kepedulian tentang waspada naik haji
http://www.presstv.com/detail.aspx?id=99796§ionid=3510212
Hong Kong melaporkan 26 kasus baru dari flu A/H1N1
http://www.spa.gov.sa/English/details.php?id=681236
Macedonia mamastikan satu dari dua kasus virus flu H1N1
http://www.spa.gov.sa/English/details.php?id=681258
Kanada melaporkan empat kematian karena flu babi lagi
http://www.france24.com/en/20090704-canada-reports-four-more-swine-flu-deaths
Selandia Baru memperingati para penderita ashma
http://www.nzherald.co.nz/nz/news/article.cfm?c_id=1&objectid=10582782
Kebal terhadap antivirus Tamiflu
http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=20601124&sid=a9GPdD61pf30

Pola makan vegetarian mengurangi risiko kanker hingga hampir setengahnya

Penemuan laporan terakhir yang diterbitkan dalam Jurnal Kanker Inggris menunjukkan bahwa dibandingkan pemakan daging, vegetarian dapat mengurangi 45 persen terkena kanker yang berhubungan dengan darah seperti leukemia, dan 12 persen lebih sedikit untuk semua jenis kanker. Lebih dari 61.000 orang Inggris berpartisipasi dalam penelitian selama lebih dari 12 tahun oleh para peneliti dari Kerajaan Inggris dan Selandia Baru.

Terima kasih kami yang setulusnya para peneliti dari Kerajaan Inggris dan Selandia Baru yang terlibat atas informasi penting ini yang sekali lagi menunjukkan keuntungan kesehatan dari pola makan tanpa daging. Semoga lebih banyak orang segera melakukan gaya hidup nabati demi kesehatan yang lebih baik dan menjaga Bumi kita.

http://news.bbc.co.uk/2/hi/health/8127215.stm http://www.dailymail.co.uk/health/article-1196661/Vegetarian-diet-cut-risk-cancer-45-cent.html http://www.guardian.co.uk/science/2009/jul/01/vegetarians-blood-cancer-diet-risk http://www.google.com/hostednews/ukpress/article/ALeqM5jfKals5DYMyHA8rk2Zp-Sv9xrK0Q http://www.nature.com/bjc/journal/v101/n1/full/6605098a.html