05 Juli 2009

Penjualan restoran pizza naik karena hidangan vegan

Satu bulan setelah menghapus daging sapi dari menunya dan beralih ke pizza dengan lapisan atas keju vegan berbasis singkong dari Daiya Food bersama dengan ham, sosis, dan pepperoni vegetarian; Cruzer Pizza melihat peningkatan penjualan sebesar 63 persen.

Bapak Sam Khalaf, pemilik restoran di Los Angeles, Kalifornia, AS  itu menghapus daging sapi dari menunya atas permintaan Suaka Hewan Ternak. Kesuksesannya telah mengilhami restoran mewah di sebelahnya, Desert Rose, untuk mengubah sepertiga dari menunya ke hidangan vegan juga.

Bapak Khalaf berkata bahwa popularitas pizza barunya itu mendorongnya untuk menambah calzone, makaroni, “keju” vegan, spaghetti, dan bakso vegan, serta lasagna vegan ke menunya.

Bravo dan selamat Bapak Khalaf serta staf Cruzer Pizza! Kami mengagumi semangat dan kepemimpinan Anda dalam membuat transisi ini dan menginspirasi restoran lain untuk melakukan hal yang sama. Terima kasih kami juga kepada Suaka Hewan Ternak yang penuh kasih serta semua perusahaan makanan vegan yang membuat tiruan daging dan keju yang lezat untuk menjadikan pilihan ini tersedia. Kami menantikan hari ketika makanan lezat berbasis tumbuhan dinikmati oleh semua orang di seluruh dunia.

http://www.godairyfree.org/200906303532/News/Nutrition-Headlines/Delectable-New-Dairy-Free-Mozzarella-Cheese-Sparks-Vegan-Pizza-Revolution.html

Laporan terbaru flu babi dan hubungannya dengan pabrik ternak

Sekitar 90.000 kasus flu babi telah dipastikan di kurang lebih 122 negara dan telah didiagnosis kasus pertama di Suriah. Lebih dari 380 orang telah meninggal karena virus itu, tiga di antaranya adalah kematian pertama di Selandia Baru dengan lebih dari 5.000 kasus yang dipastikan dan kadang ratusan korban baru tertular dalam waktu semalam. Australia memiliki jumlah terbanyak orang yang terinfeksi di wilayah Asia-Pasifik bersama dengan sembilan kematian terkait flu babi.

Selain itu, keadaan di negara-negara belahan Bumi selatan sangat mengkhawatirkan karena musim flu baru saja dimulai, seperti Argentina yang setidaknya 52 orang meninggal dan diperkirakan 100.000 orang telah terkena flu babi atau flu musiman menurut Menteri Kesehatan Juan Luis Manzur yang baru diangkat.

Selain itu, di Cile telah terjadi 15 kematian dengan sekitar 7.400 kasus yang telah dipastikan. Sementara itu, dua artikel baru di Huffington Post dari AS oleh Deirdre Imus dan Nicolette Hahn Niman menyoroti perlunya lebih banyak perhatian dari pemerintah dan media terhadap flu babi yang dicurigai berasal dari pabrik ternak berskala industri.

Dalam artikelnya tangagl 15 Juni yang berjudul “Menuai Apa yang Kita Tabur: Bagaimana Industri Peternakan Berperan terhadap Risiko Pandemi Flu Babi”, Ibu Niman menulis “...pandemi ini mengingatkan kita bahwa cara kita memelihara hewan ternak saat ini penuh dengan risiko bagi kesehatan manusia... Sebagai bagian dari usahanya untuk mengurangi risiko bencana pandemi flu, kongres harus menerapkan penghentian operasi industri hewan secara nasional.” Ibu Imus juga mendesak penyelidikan terhadap apa yang disebutnya 'tempat penangkaran penyakit yang beracun ini'.

Terima kasih kepada wartawan yang peduli, Ibu Imus serta Ibu Niman yang telah membantu membawa kesadaran yang lebih besar atas risiko pandemi nyata yang sedang kita hadapi hari ini. Kami juga berdoa bagi para penderita flu babi dan orang terkasihnya, serta menyampaikan simpati kami kepada mereka yang telah meninggal sebagai korban dari sistem peternakan hewan saat ini. Semoga kita bertindak cepat untuk mencegah situasi lebih buruk dengan menghentikan semua praktik ternak hewan dan memilih kesehatan serta kebahagiaan melalui pola makan vegan organik.

http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=20601081&sid=aaNctHUHaVL0
http://www.google.com/hostednews/afp/article/ALeqM5hVoGSwV_jPgg6J6Aoz8wSQiGyosg
ARGENTINA http://www.nytimes.com/2009/07/04/world/americas/04argentina.html?ref=world
http://www.huffingtonpost.com/deirdre-imus/beyond-swine-flu---could_b_219887.html
http://www.huffingtonpost.com/nicolette-hahn-niman/reaping-what-we-sow-how-i_b_215730.html