|
28 Januari 2010 Daging olahan membuat sakit hampir 200 orang di 38 negara bagian AS Sekitar 544.311 kg salami berlapis lada ditarik dari peredaran pada hari Sabtu, 23 Januari oleh perusahaan daging di negara bagian Rhode Island karena kekhawatiran makanan itu mengandung bahan yang telah membuat 184 orang jatuh sakit sejak Juli 2009 akibat kontaminasi Salmonella. Keracunan makanan karena Salmonella sering berasal dari daging atau telur yang tercemar dan dapat mengancam hidup. Kami berterima kasih atas penarikan daging untuk melindungi kesehatan masyarakat seiring kami berdoa agar mereka yang telah jatuh sakit segera sembuh. Marilah kita memilih gaya hidup nabati sebagai cara teraman dan paling manusiawi bagi diri kita dan orang yang kita cintai. http://wcco.com/health/salami.recalled.salmonella.2.1444937.html Penulis Jonathan Safron Foer mengungkap fakta tentang ayam di luar kandang Berbicara baru-baru ini di Washington DC, AS, penulis Amerika dalam bukunya "Eating Animals" memberikan informasi tentang penipuan dari pelabelan telur yang disebut ayam “tanpa kurungan”. Ia menyoroti fakta bahwa tidak adanya definisi resmi dari istilah “di luar kandang” atau “tanpa kurungan”. Bpk Foer menyatakan, pada kenyataannya, telur-telur ini berasal dari ayam yang dijejalkan bersama dalam gudang tak berventilasi dan dipaksa untuk tinggal di dalam kotoran mereka sendiri siang dan malam. Para pekerja yang memasuki lingkungan seperti ini sering memakai masker gas untuk mencegah kerusakan permanen paru-paru mereka. Ayam yang sama ini juga dipotong paruhnya dengan kejam, dibiarkan kelaparan selama berhari-hari untuk memulai kembali siklus bertelur dan mati sebelum waktunya karena disembelih saat mereka tak bertelur lagi. Selain itu, jutaan ayam jantan dibuang seperti sampah, dicekik dalam kantong plastik atau digiling hidup-hidup menjadi pupuk atau pakan. Penulis ini mengatakan bahwa pelabelan “di luar kandang” “tanpa kurungan”, bukan hanya menipu, tapi secara moral patut dicela karena memungkinkan perusahaan mendapatkan keuntungan dari konsumen yang ingin meringankan penderitaan hewan padahal mereka tidak melakukan apapun untuk tujuan ini. Bpk. Jonathan Safron Foer, kami sungguh-sungguh menghargai penelitian Anda yang mendorong pilihan dengan lebih banyak informasi tentang praktik berbahaya seperti ini.
http://cfpub.epa.gov/npdes/faqs.cfm?program_id=7#125
|
||||||||||||