|
23 Januari 2010 Ahli bedah jantung serukan pelarangan mentega Dengan maksud untuk memperkecil penyakit jantung dan operasi melalui kesehatan preventif, Dr. Shyam Kolvekar dari Universitas college London Hospitals di Inggris menganjurkan penghapusan mentega dari pola makan. Ia mengatakan gerakan ini akan menyelamatkan ribuan nyawa. Dr. Kolvekar menganjurkan penghindaran lemak jenuh yang ditemukan dalam mentega dan daging dengan beralih ke minyak alternatif dari nabati seperti minyak zaitun dan minyak bunga matahari. Dalam seruannya untuk nutrisi yang lebih baik, Dr. Kolvekar menyatakan, dia saat ini secara teratur melakukan operasi jantung bagi orang yang berusia sekitar 30, sedangkan operasi seperti ini pada umumnya diderita oleh mereka yang berusia lanjut. Terima kasih tulus kami, Dr. Kolvekar atas kepemimpinan mulia Anda yang menganjurkan penghindaran lemak hewan seperti mentega. Semoga keluarga dimanapun tumbuh dalam kesehatan yang baik melalui peralihan ke makanan nabati yang sehat. Risiko penyakit bawaan hewan yang berikutnya akan semakin tinggi Menyadari bahwa paling tidak 60% infeksi yang baru muncul berasal dari perantara hewan, hanya masalah waktu sebelum penyakit manusia yang lain muncul dari mutasi flu babi di peternakan atau mungkin virus flu burung yang lebih mematikan pada unggas ternak. Profesor Niels Becker, Direktur dari Pusat Epidemologi dan Kesehatan Masyarakat Nasional di Universitas Nasional Australia menjelaskan melalui wawancara telepon dengan Supreme Master Television. Prof. Niels Becker – Direktur dari Pusat Epidemologi dan Kesehatan Masyarakat Nasional di Universitas Nasional Australia (L): Dalam 60 tahun terakhir, ada lebih dari 350 infeksi baru telah bermunculan. Penyakit khusus yang berat ini sesungguhnya salah satu yang telah terjadi. HIV adalah satu yang terjadi. Dan sebagian besar, perantaranya berasal dari beberapa jenis hewan. PEMBICARA: Babi dan unggas khususnya, memiliki sel penerima yang sama terhadap virus seperti pada manusia yang membuat flu babi dan burung dapat berpindah dari hewan kepada manusia di masa lalu. Profesor Becker menjelaskan bagaimana peternakan unggas modern memperbesar risiko perubahan virus. Prof. Niels Becker: Hewan yang dikandangkan dimana burung-burung saling berdekatan setiap saat telah menyediakan inkubator yang luar biasa bagi infeksi. Sejumlah besar virus akan diproduksi, dan hal inilah yang kondusif untuk mendorong mutasi. PEMBICARA: Berdasarkan laporan resmi penyakit flu babi, dimana para ahli mengakui jumlahnya telah ditafsirkan terlalu rendah, korban meninggal dunia terakhir ada 28.510. Terima kasih, Dr. Becker yang telah membantu pemahaman risiko terkait dalam penyebaran yang baru. Kami sedih mengetahui keluarga yang terjangkit penyakit yang berasal dari hewan ini dan kami berdoa agar masyarakat seluruh dunia beralih ke makanan vegan organik yang manusiawi dan melindungi kesehatan.
http://netindian.in/news/2010/01/21/0004968/11-more-swine-flu-deaths-india-toll-rises-1163
|
||||||||||||