|
17 Januari 2010 Flu burung semakin bahaya karena bergabung dengan spesies lain Pada peternakan di Bengal Barat, India, dua ayam baru saja dikonfirmasi mati karena flu burung H5N1. Sedangkan tes tetap ditunda untuk kasus lainnya, itu seperti patogen yang sama yang membunuh 2.000 unggas dan burung lainnya yang baru-baru ini ditemukan mati di daerah yang sama. Ancaman flu burung yang tinggi dan mematikan ini ditularkan ke manusia dari kontak dengan burung yang sakit atau mencerna dagingnya. Sementara itu, flu babi bawaan hewan baru terlihat meledak lagi di antara ribuan babi di Denmark dan dipercaya telah ditularkan kepada manusia. Ahli medis telah mengungkapkan kepeduliannya atas virus yang terus bertukar yang membuat mutasi virus baru yang mematikan. Korban kematian akibat flu babi saat ini telah meningkat 21 di Georgia, 77 di Republik Ceko, 41 di Finlandia, dan 93 di Mesir. India dan Mesir ada 1.116 dan 214 kematian berturut-turut, dan telah melaporkan terusnya peningkatan dalam kematian. Dalam periode satu minggu di bulan Januari, China daratan mencatat 2.183 korban baru yang dikonfirmasi dan 51 kematian dengan kematian sekarang total lebih dari 700. Sedangkan di negara lain, kasus flu babi dan kematian semakin besar hingga tak tercatat, dengan 21.921 orang dilaporkan telah meninggal di seluruh dunia dan ini dianggap terlalu rendah. Dengan duka kami bagi yang kehilangan nyawa, kami berdoa agar mereka yang terkena penyakit seperti flu babi dan burung ini segera pulih dan penyakit akibat peternakan ini akan segera berakhir. Mari kita menciptakan masyarakat vegan organik dimana manusia dan hewan sesama kita diberkahi dengan hidup yang sehat.
http://www.kyivpost.com/news/russia/detail/57026
|
||||||||||||