|
09 Januari 2010 Perusahaan pelayanan makanan terbesar dunia menyediakan pilihan sedikit daging dan vegan Compass Group yang berpusat di Kerajaan Inggris telah meluncurkan kampanye “Jadilah Flexitarian” yang mendorong orang untuk menjalankan hidangan tanpa daging di dalam pola makan mereka. Dikembangkan dengan bantuan Masyarakat Manusiawi dari AS, prakarsa itu akan dipromosikan di 8.500 kafetaria perusahaan dan akademi perusahaan itu dengan layanan menu daging yang lebih sedikit serta vegan. Wakil Presiden North American Nutrition & Wellness Deanne Brandstetter mengatakan, “Sumber protein nabati, khususnya kacang polong dan biji-bijian penuh dengan vitamin, mineral, fitonutrien, dan sumber yang baik dari lemak tak jenuh yang lebih sehat. Mereka juga tak mengandung kolesterol dan secara umum berkadar lemak jenuh rendah dan seringkali kalorinya lebih rendah daripada protein hewani.” Bagus, Compass Group dan Masyarakat Manusiawi dari Amerika Serikat atas usaha Anda dalam menyediakan hidangan yang lebih berkelanjutan dan welas asih. Semoga semua orang bisa menyadari kemudahan pola makan nabati ini demi kesehatannya sendiri dan untuk menyelamatkan Bumi.
http://www.humanesociety.org/news/news/2010/01/compass_flexitarian.html BERITA TERBARU... Di Korea Selatan, merebaknya penyakit kaki dan mulut yang sangat menular baru-baru ini dideteksi dalam segerombolan ternak dengan para pejabat berkata bahwa 346 sapi, 1.500 babi dan hewan ternak lainnya akan dibunuh untuk menghentikan penularan tersebut. Semua ekspor produk daging sapi dan babi juga telah dihentikan. Sementara itu, produk unggas dan telur dari Texas, AS dilarang oleh Jepang setelah sekawanan bebek ditemukan terjangkit dengan flu burung. Epidemi flu burung yang mematikan itu telah menyebabkan sedikitnya 282 kematian manusia dan tak terhitung unggas di peternakan sejak tahun 2003, dengan 60% laju kematian manusia. Laporan baru menunjukkan bahwa tahun 2009 Indonesia adalah negara yang paling parah dilanda, mencatat 20 kasus flu burung lagi dan 19 darinya meninggal, menjadikan total kematian akibat flu burung sebesar 134. Sementara Mesir, China, Kamboja, dan Âu Lạc (Vietnam) juga terjangkit di tahun 2009. Menurut beberapa ahli, kenaikan tiba-tiba penyakit dan kematian yang disebabkan oleh flu burung terkait dengan industrialisasi peternakan ayam. Sejak bulan April 2009, risikonya telah naik secara berarti sehingga galur hibidra baru campuran flu burung yang mematikan dan pandemi flu babi yang menyebar dengan cepat tampaknya bisa mengancam kesehatan manusia lebih jauh. Dalam laporan terbaru flu babi, sekarang telah ada 1.046 kematian resmi di India, 172 di Mesir, 66 di Rumania, 55 di Hong Kong, 192 di Thailand, dan 648 di China. Sementara catataan pemerintah hanya mencerminkan sebagian kecil saja dari kasus dan kematian yang sebenarnya, total kematian global saat ini adalah 21.473. Kami ikut berduka bagi penduduk dunia yang menderita karena penyakit yang terkait dengan hewan ini dan berdoa agar wabah itu mereda. Semoga kita masing-masing berperan untuk mencegah penyakit lebih buruk yang tak dapat dihentikan itu dengan menjalankan gaya hidup yang lebih aman dan sehat yaitu pola makan vegan organik.
http://www.who.int/csr/disease/avian_influenza/country/cases_table_2009_12_30/en/index.html
|
||||||||||||