07 Januari 2009

Antraks dihubungkan dengan daging dan kontak dengan kulit hewan

Seorang wanita di AS baru-baru ini didiagnosis mengidap antraks pencernaan yang langka. Pejabat kesehatan publik yang memeriksa kasus itu percaya bahwa ia mungkin tertular penyakit itu dari sebuah drum yang terbuat dari kulit hewan, yang melepaskan spora antraks ke udara yang kemudian dihirupnya saat bermain drum.

Dua kasus terbaru antraks lainnya di AS juga melibatkan drum yang dilapisi dengan kulit hewan, dimana patogen itu telah terhirup atau masuk melalui kulit.

Antraks, yang menulari hewan pemakan tumbuhan seperti hewan ternak sering kali mematikan, penularannya pada manusia disebabkan karena berhubungan dengan bagian hewan yang terinfeksi dan melalui konsumsi daging yang terinfeksi.

Apresiasi kami, pejabat kesehatan AS atas upaya tekun Anda untuk menemukan sumber penyakit ini demi melindungi mereka yang rentan. Semoga kita berhenti menggunakan produk hewani dalam semua bentuk demi menikmati vitalitas tertinggi dan kedamaian pikiran.

http://www.dailystar.com.lb/article.asp?edition_id=1&categ_id=4&Article_id=110200
http://www.fao.org/ag/magazine/0112sp.htm
http://en.wikipedia.org/wiki/Anthrax
http://www.associatedcontent.com/article/1316700/anthrax_zoonotic_disease_occurring.html?cat=58
http://www.bt.cdc.gov/agent/anthrax/needtoknow.asp

DNA bakteri yang kebal antibiotik muncul di tanah

Sebuah kajian menyeluruh oleh ilmuwan Belanda dan Inggris menyingkap bahwa galur bakteri yang kebal terhadap antibotik telah meningkat di Belanda.

Para ilmuwan itu memeriksa sampel tanah yang diambil antara tahun 1940 dan 2008 dari lima tempat di seluruh negara itu dan menemukan bahwa 78% gen bakteri telah kebal terhadap empat kelas antibotik yang berbeda.

Kepala penelitian itu, Profesor David Graham dari Universitas Newcastle di Inggris mengatakan ia memperkirakan bahwa negara-negara lain akan mendapat hasil serupa dan menyerukan pengujian tambahan. Di Belanda, dimana galur MRSA kebal obat sudah merupakan masalah medis yang diketahui, para dokter hewan dan petani diperkirakan menghadapi risiko infeksi lebih serius dan segera diisolasi ketika dirawat di rumah sakit karena mereka terpapar terus-menerus oleh kuman kuat yang dibawa oleh hewan yang dikurung sangat rapat.

Baru-baru ini, baik legislator Belanda maupun AS mempertimbangkan larangan pemberian antibiotik secara rutin dan berlebihan kepada hewan ternak. Selain penyalahgunaan antibiotik, praktik ternak yang tersebar luas lainnya mengancam kesehatan publik seperti pabrik ternak babi yang berdesakan dan kotor yang telah melahirkan flu babi.

Di negara-negara dengan data infeksi terbaru, Kuwait mencatat 26 kematian akibat flu babi, Aljazair 47, Mesir 159, Israel 80, China 659, dan India mengumumkan korban jiwa telah melebihi 1.000. Angka itu hanya mewakili sebagian kecil jumlah kematian dimana total kematian global yang dipastikan adalah 21.164.

Doa kami bagi semua yang terkena flu babi dan penyakit lainnya yang berasal dari peternakan hewan. Kami khawatir mendengar tentang peningkatan ancaman terhadap kesehatan publik karena bakteri berbahaya dan kebal antibiotik. Semoga pemerintah mendorong solusi dari akar masalahnya dengan menghapuskan pabrik ternak dan mendukung pola makan vegan organik yang manusiawi dan menyelamatkan hidup.

http://www.physorg.com/news180790527.html
http://www.washingtonpost.com/wp-dyn/content/article/2009/09/15/AR2009091500736.html
http://www.expatica.com/nl/news/dutch-news/Dutch-vets-want-independent-antibiotics-supervisor_58633.html
http://www.alertnet.org/thenews/newsdesk/N23167375.htm
http://jta.org/news/article/2010/01/05/1010007/israels-80th-swine-flu-victim-dies
http://www.arabtimesonline.com/NewsDetails/tabid/96/smid/414/ArticleID/147635/t/26-dead-in-8,662-flu-cases-reported/Default.aspx
http://bikyamasr.com/?p=7354
http://www.france24.com/en/20100104-china-records-659-swine-flu-deaths-2009
http://www.littleabout.com/news/54228,swine-flu-kills-1002-indians-months-lead.html

 

Download Buku - Gratis
Download Gratis Buku Pemanasan Global
Download Gratis Buku Perubahan Iklim