|
Umat Kristiani di seluruh dunia memasuki masa Prapaskah Jutaan umat Katolik, Ortodoks, dan orang Kristen lainnya mulai hari Rabu ini, 17 Februari, memulai periode masa Prapaskah enam-minggu untuk dengan sungguh-sungguh menghormati 40 hari doa dan puasa Yesus Kristus di padang gurun. Dalam misa khusus Rabu Abu di Vatikan, dimana dahi para partisipan diberi tanda dengan abu untuk melambangkan hidup yang fana serta penyesalan dosa, Sri Paus Benediktus XVI mengingatkan umat Katolik Roma di seluruh dunia untuk menegaskan kembali komitmen mereka mengikuti contoh kerendahan hati dan kebaikan Yesus. Juga memberikan penjelasan tentang hari-hari suci ini, Yang Mulia Metropolitan Nikitas (Lulias), Direktur Institut Patriark Ortodoks Athenagoras di California, AS dan seorang Uskup Agung di Gereja Ortodoks Yunani. Metropolitan Nikitas menjelaskan makna puasa, yang merupakan bagian penting Prapaskah bersama dengan doa dan memberi sedekah. Yang Mulia Metropolitan Nikitas – Direktur Tetua Institut Athenagoras Orthodox, AS: Kita harus ingat fokus kita, tujuan kita. Yaitu pengorbanan. Meninggalkan, khususnya keinginan pribadi kita, nafsu kita, ego kita, berusaha menemukan aspek hidup yang lebih kaya, hal spiritual. PEMBICARA: Selama masa Prapaskah yang diisi dengan doa, beramal, dan berpuasa hingga Paskah, banyak umat Kristiani yang menjalankan tradisi berpantang daging, telur, dan produk susu. Yang Mulia Metropolitan Nikitas: Menghapuskan produk hewani selama masa berpuasa adalah penting, menurut saya, pada banyak tingkat. Itu adalah sikap menghormati kehidupan. Dan kita lihat bahwa kita sebagai manusia bukan satu-satunya bentuk kehidupan. Jika ingin mendapatkan hormat, kita harus memberi hormat. Dalam ciptaan awal Tuhan, di Taman Firdaus, kita tak pernah mendengar masalah antara hewan dan manusia. PEMBICARA: Terima kasih Yang Mulia Metropolitan Nikitas karena telah berbagi perspektif tentang tradisi spiritual Prapaskah. Semoga saudara Kristen kita menjalani waktu pembinaan diri yang penuh arti, seraya kami berdoa agar setiap orang akan memilih diet vegan organik yang paling harmonis untuk membantu mewujudkan firdaus bagi semua. Saksikan Silsilah Mulia Kita pada hari Minggu, 7 Maret, untuk wawancara penuh dan mendalam dengan Metropolitan Nikitas Lulias tentang aspek vegan dari Prapaskah.
http://www.straitstimes.com/BreakingNews/World/Story/STIStory_491642.html Pemain ski vegetarian meraih medali Olimpiade Hannah Teter bervegetarian setahun yang lalu dan ia tidak pernah merasa sebaik ini. Atlet berusia 23 tahun dari Vermont, AS itu memenangi medali perak dalam kompetisi ski wanita dengan papan ski halfpipe di Olimpiade akhir minggu lalu di Vancouver, Kanada dan berkata bahwa diet nabati membuatnya lebih kuat, secara mental, fisik, dan emosi. Hannah mengubah pola makannya karena ia mencintai hewan dan berkata, "Saya tidak mengerti betapa hebat dan mengerikannya pabrik ternak itu. Saya begitu mencintai hewan sehingga saya tidak bisa membenarkan kepala mereka dipotong untuk saya." Hannah yang selalu peduli juga telah menyumbang US$75.000 dari hasil kemenangannya yang sebelumnya untuk membantu Desa Kirindon, Kenya. Dengan bantuannya, 60.000 penduduk di sana akan segera mendapatkan akses air bersih dengan lebih mudah. Pujian dan kekaguman kami, Hannah Teter, atas medali Olimpiade Anda dan gaya hidup welas asih Anda. Prestasi dan hati emas Anda pasti mengilhami kita semua.
http://sierraclub.typepad.com/greenlife/2010/02/an-interview-with-olympic-snowboarder-hannah-teter.html
|
||||||||||||