|
18 Februari 2010 Tinjauan lebih dekat terhadap siksaan akibat pemotongan ekor Video rahasia yang baru-baru ini diluncurkan telah menarik perhatian publik terhadap kesejahteraan hewan dan praktik kekejaman oleh industri daging dan susu. Difilmkan di peternakan susu di New York, AS, video itu menunjukkan adegan pekerja yang sedang memotong ekor anak sapi yang membuat hewan yang menderita itu berjuang untuk melarikan diri. Praktik yang dikenal dengan pemotongan ekor dilakukan oleh beberapa peternak sebagai cara untuk mencegah tinja hewan menempel. Hal ini biasanya dilakukan tanpa obat mati rasa, memakai gunting atau karet yang ketat untuk menghentikan aliran darah dan kemudian ekor akan mati dan terputus. Video itu mendorong anggota majelis New York, Linda Rosenthal, untuk memperkenalkan aturan yang melarang pemotongan ekor. Kami sedih atas perlakuan brutal terhadap sapi yang lembut dan terima kasih kepada anggota majelis Rosenthal, atas aturan untuk menghapus praktik menakutkan itu. Mari kita semua mengadopsi pola makan nabati yang memberi kehidupan serta manfaat bagi tubuh dan moral kita.
http://abcnews.go.com/Blotter/animal-rights-us-dairy-industry/story?id=9658866 Produk hewani meningkatkan risiko diabetes Para peneliti AS dan Kanada menemukan bahwa orang dengan level racun lebih tinggi dari Polutan Organik Persisten, atau POP memiliki risiko 38 kali lebih tinggi terkena diabetes. Selain itu, penelitian terbaru yang dipublikasikan oleh Jurnal Racun dan Kesehatan Lingkungan telah menemukan bahwa POP paling umum ada di produk hewani. Dengan lebih dari 90% polutan yang dikenal sebagai dioksin, zat itu berasal dari konsumsi daging, susu, ikan, dan telur. Peneliti Dr. David O. Carpenter menyatakan, “Alasan kebanyakan orang kegemukan adalah karena mereka terlalu banyak makan lemak hewani, dan ini asal dari POP.” Selain itu, vegan dicatat mempunyai POP dengan tingkat terendah. Dalam studi terkait yang melibatkan 38.000 orang selama 10 tahun di Belanda, pola makan yang tinggi protein hewani termasuk produk susu yang ditemukan dapat meningkatkan risiko terkena diabetes Tipe 2. Kajian ini juga mengungkap bahwa protein nabati tidak berhubungan dengan kondisi ini. Penghargaan kami, Dr. Carpenter dan semua ilmuwan internasional, yang membantu kita memahami hubungan kritis antara produk hewani dengan kondisi melemahkan ini. Semoga kita melindungi orang terkasih kita dari berbagai penyakit dengan pola makan vegan organik yang sehat.
http://www.dominionpaper.ca/articles/3129
|
||||||||||||