05 Februari 2010

Merokok jangka panjang menyebabkan peningkatan risiko kanker kolorektal

Menurut penulis senior Michael J. Thun, MD, penelitian selama 13 tahun dengan 18.500 peserta ini adalah yang pertama yang menyaring faktor risiko lain dan menunjukkan hubungan langsung merokok dengan kanker kolorektal.

Menurut Badan Internasional Penelitian Kanker (IARC), reklasifikasi ini meningkatkan jumlah kanker yang berhubungan dengan tembakau menjadi 17, di antaranya adalah kanker rongga mulut, faring, nasofaring, rongga hidung, laring, paru-paru, kerongkongan, perut, hati, pankreas, ginjal, kandung kemih, rahim, leher rahim dan myeloid leukemia.

Dr. Thun menyimpulkan dengan berkata bahwa penelitian ini memberikan alasan lain untuk tidak merokok atau berhenti sesegera mungkin.

Dr. Thun dan rekan-rekan, kami dengan tulus menghargai usaha Anda dalam membawa bukti baru dari pengaruh rokok yang merusak. Semoga hidup bebas rokok dengan cepat menjadi kebiasaan demi kesehatan dan kebahagiaan semua.

http://www.eurekalert.org/pub_releases/2009-12/aafc-csi113009.php

Berhenti merokok meningkatkan peluang hidup setelah serangan jantung

Sebuah kajian baru Israel dari Universitas Tel Aviv yang melibatkan lebih dari 1.500 pasien berusia 65 tahun atau lebih yang dirawat karena serangan jantung pertama menemukan bahwa mereka yang berhenti merokok setelahnya, hidup lebih lama daripada mereka yang tidak. Faktanya, pasien yang berhenti ditemukan memiliki laju kematian serupa dengan orang yang pernah kena serangan jantung dan tak pernah merokok. Maka para peneliti itu menganjurkan penyuluhan berhenti merokok bagi semua pasien serangan jantung.

Terima kasih para ilmuwan di Universitas Tel Aviv atas hasil yang menegaskan bahwa berhenti merokok membantu memperpanjang umur. Kami mengharapkan wawasan seperti ini segera menghasilkan berkah bagi sebuah dunia yang bebas racun bagi semua usia.

http://www.reuters.com/article/idUSTRE5BT2OY20091230

 

Download Buku - Gratis
Download Gratis Buku Pemanasan Global
Download Gratis Buku Perubahan Iklim