|
24 Desember 2009 Vaksin flu babi masih menimbulkan kekhawatiran Dalam jajak pendapat terbaru oleh Sekolah Kesehatan Publik Harvard di AS, 35% orangtua mengatakan bahwa mereka tidak akan memberikan vaksinasi flu babi kepada anak mereka, mayoritas beralasan takut akan efek sampingnya. Sama halnya, di Australia, dimana 191 telah meninggal dari total 47.000 kasus positif flu babi, 65% menyatakan hal serupa bahwa mereka tidak berniat mendapatkan vaksin flu babi. Korban tewas akibat virus ini telah naik dalam beberapa hari terakhir di negara seperti India yang saat ini ada 792 kematian, 147 di Iran, 36 di Aljazair, 49 di Hong Kong, dan 72 di Israel. Sejak bulan April 2009, kematian akibat flu babi di seluruh dunia secara resmi telah mencapai 20.083 dan Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa angka kematian sebenarnya jauh lebih tinggi, terutama karena biaya pengujian menjadikan kebanyakan kasus flu babi tak terhitung di negara kurang maju. Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS memperkirakan bahwa 47 juta orang Amerika telah terinfeksi dengan virus H1N1, dan hampir 10.000 telah meninggal dan lebih dari 200.000 dirawat di rumah sakit. Di China, pejabat kesehatan merasa khawatir dengan perjalanan yang berkaitan dengan perayaan Tahun Baru Imlek mendatang yang dapat memperburuk penyebaran flu babi. Secara global, anak-anak dan orang yang telah mengidap penyakit seperti asma dan diabetes jauh lebih rentan terhadap keadaan sakit parah dan kematian. Doa kami bagi mereka yang telah menderita atau yang kehilangan orang terkasih akibat penyakit ini. Semoga konsumsi produk hewani yang menjadi sumber virus seperti ini segera digantikan dengan gaya hidup vegan yang melindungi kekebalan tubuh demi kepentingan semua warga di dunia dan orang terkasih mereka.
http://www.reuters.com/article/idUSTRE5BA0G320091211 Paus bongkok selamatkan bayi anjing laut Dalam perjalanan terakhir ke Antartika, ilmuwan AS Robert L Pitman dan John W Durban mengamati penyelamatan bayi anjing laut. Ketika anjing laut itu tersapu dari gumpalan es terapung dan didekati oleh pemangsa, bayi itu melompat ke perut seekor paus bongkok yang muncul di area itu. Bahkan saat gelombang lain mengancam anjing laut itu jatuh ke laut dan kembali berada dalam bahaya, paus itu mengambil kembali bayi hewan itu dengan siripnya yang memiliki panjang 5 meter ke tempat aman di tubuhnya. Anjing laut itu akhirnya berenang dengan aman ke es yang berdekatan. Kami kagum serta salut atas tindakan penyelamatan tanpa pamrih yang dilakukan paus bongkok yang mengagumkan itu. Semoga penghargaan dan rasa hormat kita semakin dalam untuk hewan ini dan semua ciptaan Ilahi yang mulia.
http://www.guardian.co.uk/world/2009/nov/26/whales-save-seal-from-orcas |
|||