|
16 Desember 2009 Daging kuda yang dijual dari AS ke Eropa berpotensi meracuni Surat yang baru ini ditulis oleh para anggota Aliansi Kesejahteraan Kuda AS (EWA) dalam terbitan online HarnessLink yang menyatakan bahwa kuda dari AS yang dijual untuk disembelih di Meksiko dan Kanada diangkut dengan catatan lengkap tentang semua pengobatan yang diterima setiap kuda. Karena daging kuda itu akan diimpor ke Eropa, surat itu menyebabkan kekhawatiran bahwa zat yang diberikan ini termasuk obat anti cacing seperti fenilbutazon (PBZ), yaitu zat penyebab kanker serta obat penambah kesuburan yang bisa menyebabkan keguguran pada wanita yang keduanya dilarang bagi hewan yang disembelih untuk dimakan. Surat itu ditutup dengan permohonan kepada Kongres AS untuk mengesahkan rancangan undang-undang yang sama sekali akan melarang membunuh kuda demi dagingnya dengan mengatakan bahwa kuda seharusnya tetap menjadi teman daripada disembelih. Kami ikut bersedih bersama Aliansi Kesejahteraan Kuda, seiring berterima kasih kepada HarnessLink, yang telah menarik perhatian publik atas masalah ini. Marilah kita segera beralih ke pola makan non-hewani yang manusiawi dan menyehatkan demi kesehatan kita dan hidup bersama dalam damai dengan kuda yang agung dan semua hewan penghuni Bumi.
http://www.harnesslink.com/www/Article.cgi?ID=77195 Standar keselamatan dari daging untuk makan siang sekolah dipertanyakan Surat kabar yang diterbitkan secara internasional, USA Today, baru-baru ini memuat artikel tentang penyelidikan terhadap daging yang disajikan kepada puluhan juta anak-anak di Amerika dalam program makan siang sekolah. Dalam hal daging sapi, survei itu menemukan bahwa daging hamburger yang dibeli bagi program makan siang itu mengandung bakteri E. coli 10 kali lebih banyak daripada yang terdapat pada salah satu jaringan makanan cepat saji. Dalam hal daging ayam, makan siang sekolah menyajikan ribuan ton daging dari yang disebut “ayam buangan” dari industri ayam petelur. Ayam-ayam petelur ini dikurung dalam kandang kecil yang kotor dan sering mengalami infeksi pada saat mereka dibunuh serta keropos tulang dengan tulang rapuh sehingga mudah patah dan mencemari daging itu. Setiap tahun di AS saja, puluhan ribu orang menjadi sakit, dan hingga 9.000 orang meninggal karena keracunan makanan terutama terkait dengan bakteri seperti E. coli, Kampilobakter, dan Listeria. Penularan penyakit dari hewan ini terjadi dengan berkembangnya peternakan hewan skala industri. Virus flu babi juga merupakan hasil dari tempat yang sangat kotor dan terlalu padat ini, dan seperti bakteri dalam makanan yang telah membunuh banyak anak-anak. Dalam laporan terbaru flu babi, diperkirakan 19.104 orang meninggal di seluruh dunia. Jumlah total ini merupakan sebagian kecil dari jumlah kasus sebenarnya yang bisa dilacak. Korban kematian resmi nasional terus bertambah, termasuk India dengan 730 orang meninggal, Ukraina sebanyak 496, Formosa (Taiwan) 35 orang, dan China dengan 373 orang yang telah meninggal. Simpati kami kepada orang terkasih dari semua korban flu babi dan penyakit lain terkait dengan daging. Terima kasih kami kepada USA Today dan pejabat lain yang telah meneliti masalah penting standar keamanan bagi makan siang sekolah. Semoga kita tidak lagi memperbolehkan risiko terhadap kesehatan anak, dan memastikan vitalitas terbaik mereka melalui makanan vegan saja.
http://www.usatoday.com/news/education/2009-11-16-del-rey_N.htm |
|||