|
14 Desember 2009 Penyakit karena makanan dapat menyebabkan masalah kesehatan yang panjang Para ilmuwan di Pusat Penelitian dan Pencegahan Penyakit dari Makanan di Pennsylvania, AS menemukan bahwa selain menyebabkan gangguan pencernaan sementara, lima infeksi tertinggi yang disebabkan oleh organisme dari makanan dapat menyebabkan kerusakan seperti gagal ginjal, lumpuh, kejang-kejang, dan bahkan kematian. Kondisi yang sering disebut keracunan makanan ini sering disebabkan oleh bakteri seperti Kampilobakter, E. coli, Salmonella, dan Listeria, yang mengontaminasi daging, tanah, dan persediaan air terutama melalui kotoran hewan peternakan yang terinfeksi. Infeksi-infeksi ini menyebabkan sakit pada sekitar 76 juta orang Amerika setiap tahun, dengan 325.000 orang dirawat di rumah sakit dan 5.000 orang meninggal, dan separuhnya adalah anak-anak di bawah usia 15 tahun. Bentuk E. coli yang berpotensi mematikan sebagai contoh telah menjadi penyebab utama gagal ginjal pada anak-anak Amerika. Penarikan 500.000 pound daging yang tercemar E. coli baru-baru ini telah menyebabkan dua orang meninggal dan 500 lainnya terkena infeksi yang ditemukan dari perusahaan daging sapi di NY, AS yang menghentikan tes komposisi dagingnya. Kami berterima kasih kepada para ilmuwan di Pusat Penelitian dan Pencegahan Penyakit dari Makanan serta semua organisasi lain dan individu-individu yang bekerja untuk terus memberi informasi kepada masyarakat. Kami berharap agar orang di manapun memilih makanan nabati yang lebih sehat, lebih bersih, dan lebih aman.
http://www.reuters.com/article/healthNews/idUSTRE5AB5GN20091113 Kematian flu babi meningkat hingga 10.000 orang di AS Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, kematian karena flu babi pada pertengahan November mencapai sekitar 10.000, peningkatan yang signifikan dari bulan sebelumnya yang diperkirakan sekitar 3.900. Selain itu, dari kematian ini lebih dari 1.000-nya adalah anak-anak dan 7.500 dewasa muda, dua kelompok umur tertinggi yang terkena serangan di Amerika Serikat. Secara total, sedikitnya 50 juta atau 1 dari 6 orang Amerika terkena infeksi. Flu babi juga meningkat cepat di Prancis dan di Belanda, jumlah orang yang meninggal karena mutasi virus flu babi yang tahan Tamiflu meningkat dua kali lipat menjadi 11 orang dalam dua minggu terakhir. Sementara itu, kematian di India naik menjadi 699, Mesir 44, 137 di Italia, dan 283 di Inggris Raya. Perkiraan angka total kematian sedikitnya 18.638, walaupun jumlah sebenarnya dari kasus flu babi ini dianggap jauh lebih tinggi. Pejabat kesehatan di AS telah menemukan bahwa dalam kasus-kasus fatal, virus ini menyerang jauh ke dalam paru-paru, serupa dengan fenomena pandemi flu tahun 1918 yang membunuh 100 juta orang di seluruh dunia. Seiring kita berusaha mengurangi peningkatan statistik setiap hari, kami berdoa bagi keluarga yang menderita karena tren tragis ini. Semoga perubahan cepat ke pola makan vegan organik membantu menghentikan pandemi lebih buruk yang disebabkan oleh hewan dan menjamin vitalitas serta kebahagiaan semua orang.
http://beforeitsnews.com/story/0000000000000958 |
|||