|
Meningkatnya kontaminasi Salmonella ditemukan dalam produk hewani Majalah keamanan produk yang berbasis di AS, Consumer Reports, meluncurkan studi baru yang menunjukkan bahwa 66% dari ayam daging yang disampel mengandung bakteri, termasuk Salmonella dan/atau Kampilobakter. Dengan mengutip kenaikan bahaya bagi publik bahkan dari apa yang sudah dilihat, laporan itu menyatakan: “Setiap tahun, Salmonella dan Kampilobakter dari ayam dan sumber makanan lain menginfeksi 3,4 juta orang AS, 25.500 dibawa ke rumah sakit dan membunuh sekitar 500 berdasarkan perkiraan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit nasional.” Sementara itu, pejabat keamanan pangan di Inggris prihatin terhadap berlipat-tiganya penyakit Salmonella, menjadi 443 kasus tahun ini, di seluruh England dan Wales, dengan telur yang tercemar dicurigai sebagai penyebab utamanya. Terima kasih kami, jurnalis AS dan Inggris serta para pejabat, atas upaya untuk melindungi kesehatan publik dengan informasi berharga ini. Semoga makanan yang berbahaya seperti itu dihindari agar semua dapat menikmati vitalitas melalui pola makan nabati yang lezat.
http://www.examiner.com/x-29556-Cleveland-Vegetarian-Food-Examiner~y2009m12d1-Consumer-Reports-Most-chicken-harbors-harmful-bacteria Mendorong vegetarian dengan membentuk norma yang berbeda Dengan mengamati bahwa hanya sekitar 15% dari pemakan daging memilih alternatif vegetarian ketika hidangan utama mengandung daging, organisator Konferensi Perilaku, Energi, dan Perubahan Iklim yang diadakan di Washington DC, AS memutuskan untuk mencoba dengan pilihan menu baru. Daripada menyediakan makanan daging, mereka membuat makanan vegetarian sebagai makanan tetap dan daging sebagai alternatif. Secara mengejutkan, sekitar 80% dari penyantap memilih makanan vegetarian meskipun sebagian besar bukanlah vegetarian. Penemuan ini menjadi fokus dari forum diskusi setelah itu, ketika pembuat kebijakan, akademis, dan eksekutif bisnis yang berpartisipasi melihat pada kemungkinan untuk mendorong kesehatan pribadi dan planet melalui penyusunan ulang pilihan-pilihan baru. Sungguh penelitian menarik! Terima kasih, organisator Konferensi Perilaku, Energi, dan Perubahan Iklim serta para partisipan, atas pandangan mendalam tentang bagaimana kita memilih. Semoga semakin banyak orang mempunyai kesempatan memilih hidangan vegan yang sehat, menuju norma dunia baru.
http://www.reuters.com/article/gwmCarbonEmissions/idUS254754872320091117 |
|||