|
06 Desember 2009 Daging yang ditarik masih dijual untuk konsumsi manusia Laporan investigasi baru-baru ini oleh surat kabar internasional USA TODAY mendapatkan bahwa lebih dari 825.000 pon daging ditarik karena terkontaminasi bakteri Salmonela, tetapi daging dari pabrik pengolahan yang sama masih dibeli oleh pemerintah AS untuk digunakan di sekolah-sekolah di seluruh negara tersebut. Kenyataannya, penyakit makanan merebak dari tahun 1998 hingga 2007 dan membuat sakit sedikitnya 23.000 siswa AS. Sementara itu, sebuah artikel tanggal 30 November di "Berita Keamanan Pangan" yang berkantor di AS menunjukkan bahwa daging yang ditarik karena terkontaminasi bakteri bahkan E. coli yang berpotensi mematikan masih ditemukan di toko makanan dalam bentuk masak. Lebih dari itu, perusahaan tidak diwajibkan melaporkan produk apa yang mengandung daging yang ditarik dan terinfeksi ini, jadi menghambat kemampuan inspektur makanan untuk menyatakan apakah produk tersebut memang aman. Terima kasih para wartawan USA TODAY dan Food Safety News yang membuka risiko sebenarnya dari konsumsi daging. Mari kita melangkah dengan cepat menuju hidup tanpa produk hewani untuk memastikan kesehatan anak-anak kita yang berharga dan juga diri kita sendiri.
http://www.foodsafetynews.com/2009/11/e-coli-contaminated-meat-recycled Ancaman flu babi yang lebih ganas berlanjut Penularan patogen dari hewan ke manusia bukan hanya dari keracunan makanan, tetapi juga penyakit virus seperti flu babi yang dapat terus bermutasi, terutama dengan kehadiran peternakan hewan. Kepala Dinas Pengobatan Inggris Liam Donaldson mengatakan ketakutannya yang terbesar dari mutasi flu babi musim dingin ini, yang bisa terjadi di antara babi-babi di peternakan. Babi-babi yang terinfeksi flu babi telah ditemukan baru-baru ini di Jerman dan Inggris, sehingga menambah daftar yang sudah ditemukan di Australia, Kanada, China, Finlandia, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Islandia, Irlandia, Formosa (Taiwan) dan Amerika Serikat. Sementara itu, kematian terbaru juga telah dilaporkan di seluruh dunia, sehingga jumlah kematian resmi di dunia sebanyak 11.717, dengan jumlah total di beberapa negara sebesar 32 di Formosa (Taiwan), 24 di Mesir, 243 di Turki, 9 di Slovenia, 606 di India, 200 di China, 66 di Israel, dan 113 kematian di Korea Selatan. Jumlah kematian maupun kasus yang resmi dianggap terlalu rendah dari jumlah nyata penyakit flu babi. Simpati dan doa kami tujukan kepada semua korban flu babi yang keberlanjutannya tidak bisa lagi ditolerir. Semoga semua penyakit yang muncul dari produksi daging segera lenyap, sebagai gantinya kita mengisi piring kita dengan santapan berbasis nabati yang sehat.
http://www.marlerblog.com/2009/12/articles/legal-cases/more-video-of-what-cargill-e-coli-hamburger-did-to-stephanie-smith |
|||