|
05 Desember 2009 Hewan kloning masuk dalam pasokan makanan Lembaga Obat dan Makanan AS (FDA) di tahun 2008 mengatakan bahwa beberapa peternak saat ini melakukan kloning yang disebut "Peternakan Paling Produktif" dan menjual dagingnya bersama dengan keturunan kloning tersebut. Namun, menurut satu survei yang dilakukan oleh Badan Informasi Makanan Internasional, 50% orang Amerika tidak menyukai hewan kloning, dengan banyak yang berkata tidak tahu, mereka membeli daging, susu atau telur dari turunan hewan-hewan kloning ini. Sayangnya, tidak ada aturan label untuk produk kloning. Selain itu, proses kloning ini sendiri masih dipenuhi masalah, termasuk hewan yang disuntik mati karena cacat lahir dan timbulnya sindrom Large Offspring, dimana bayi sapi yang belum lahir tumbuh terlalu cepat di dalam ibu donor. Beberapa organisasi memberikan peringatan tentang pengaruh buruk kloning lainnya, termasuk Pusat Keselamatan Makanan AS, dengan analis kebijakannya, Jaydee hanson, yang berkata, "Menurut kami kloning adalah satu teknologi yang belum siap, dan kami yakin teknologi ini belum siap untuk dibawa ke piring Anda." Terima kasih kami, Analis Kebijakan Hanson, Pusat Keselamatan Makanan AS, dan organisasi lainnya, juga warga atas suara kepeduliaan mengenai campur tangan kloning terhadap kreasi Ilahi. Diberkahilah kehidupan alami hewan di manapun jika kita menjauhi konsumsi daging dan susu, dan beralih ke buah-buahan dan sayuran yang penuh warna dari pertanian para petani yang diberkahi. http://www.foxnews.com/story/0,2933,574867,00.html Kontaminasi air yang sangat parah dari peternakan besar Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Hans Schreier dari Universitas Britis Columbia Kanada menunjukkan bahwa waduk di Kota Abbotsford yang menyediakan air minum untuk 100.000 orang, sangat terkontaminasi oleh kotoran hewan dari ratusan ribu ternak di Lembah Fraser Britis Columbia. Kotoran hewan ini juga bertanggung jawab atas 75% emisi amonia beracun di daerah ini, yang merupakan emisi tertinggi di Kanada. Selain itu, sumur setempat didapati mengandung nitrat dengan tingkat yang tinggi, yang dihubungkan dengan sindrom Blue Baby, sebuah penyakit dimana darah tidak dapat membawa oksigen yang cukup bagi anak-anak. Terima kasih tulus kami, Dr. Schreier dan rekan-rekan yang telah membawa kesadaran lebih tinggi akan banyaknya bahaya dari peternakan besar. Semoga pemeliharaan hewan untuk makanan segera hilang demi kedamaian dan kesehatan terbaik yang bisa kita tawarkan untuk kita sendiri, anak-anak kita, dan Bumi kita.
http://research.ires.ubc.ca/schreier |
|||