|
Artis Formosa (Taiwan) mempromosikan gaya hidup non-hewani Bekerja sama dengan Masyarakat untuk Perlakuan Etis Terhadap Hewan (PETA) Asia-Pasifik, artis dan penyanyi terkenal Formosa, Barbie Hsu, yang dipanggil sebagai “Da S”, dalam sebuah konferensi pers di Beijing mengungkapkan kampanye baru untuk mempromosikan vegetarian di China. Iklan cetak yang menggambarkan ia bersama anak ayam kecil dan slogan yang berbunyi, “Kasihilah hewan, cintailah vegetarian” dalam bahasa China, akan bisa dilihat di majalah mode dan situs web di seluruh Formosa, China, dan Hong Kong. Bagi Barbie Hsu yang sudah bervegetarian hampir selama sepuluh tahun, alasan kesehatan dan lingkungan untuk menjadi vegetarian adalah penting untuk diketahui semua orang. Barbie Hsu (P): Jika kita makan daging sapi, kita memboroskan banyak sayuran dan tanah untuk menanam pakan ternak. Ini adalah langkah yang tidak perlu, yang memboroskan banyak tanah dan sumber daya alam dan sebagainya. Karena itu, menjalankan pola makan vegetarian sesungguhnya perilaku yang ramah lingkungan. Saat mengetahui hal ini, saya merasa sangat terhormat menjadi vegan. Pola makan vegan hanya memberikan manfaat bagi saya. Saya sangat gembira karena ini telah memperbaiki kondisi saya luar dan dalam. PEMBICARA: Kampanye PETA itu hanya sebagian dari upaya artis vegan itu untuk membagikan gaya hidup welas asih ini kepada publik. Barbie Hsu – aktris Formosa (Taiwan), Vegan (P): Sebenarnya, mempromosikan vegetarisme adalah suatu hal yang selalu ingin saya lakukan. Itu adalah misi saya. Saya mulai merasa bahwa semua kehidupan sederajat. Setiap makhluk hidup di planet ini tidak boleh menyakiti makhluk lain. PEMBICARA: Anda cantik luar dalam Barbie Hsu! Terima kasih banyak bagi bintang cemerlang Anda yang penuh kasih seraya kita ikut mengharapkan dengan tulus agar semakin banyak orang di seluruh dunia menemukan manfaat vegetarian yang tak terhitung bagi diri kita, hewan, dan planet ini. http://www.reuters.com/article/lifestyleMolt/idUSTRE5AP139200911266 AS mengalami pertumbuhan infeksi yang cepat yang berasal dari ternak hewan Laporan yang diterbitkan pada edisi terbaru “Penyakit Menular yang Sedang Muncul” menyatakan bahwa kasus Staphylococcus aureus yang kebal Metisilin (MRSA) yang berasal dari peternakan telah berkembang lebih dari 90% dalam dasawarsa terakhir. Kenaikan mencemaskan ini dikaitkan dengan infeksi yang kebal obat pada hewan ternak yang diberi antibiotik dalam jumlah yang sangat besar setiap hari untuk meningkatkan pertumbuhan dan melawan penyakit yang berkembang dalam kondisi di kandang yang berdesakan dan sangat kotor. Banyak peternak dan dokter hewan yang diuji positif mengidap galur MRSA. MRSA, juga bisa ditularkan melalui daging yang tercemar infeksi, menyebabkan borok yang dalam dan menyakitkan, yang bisa menembus tulang dan organ tubuh penting serta menyebabkan kematian. Rekan penulis laporan itu, Dr. Eili Klein dari Universitas Princeton, AS, menerangkan, “Setiap kali seseorang memakai antibiotik, hal itu mengurangi jumlah antibiotik yang dapat dipakai karena hal itu akan menciptakan kekebalan.” Oleh karena itu, para ahli sangat khawatir tentang penyalahgunaan antibiotik pada industri hewan, yang membeli hingga 70% dari produk antibiotik semacam ini di AS. Praktik hewan ternak telah membiakkan penyakit baru lain yang berbahaya seperti penyakit sapi gila dan pandemi flu babi pada tahun 2009. Pada laporan terbaru, jumlah total kematian global yang dicatat resmi akibat flu babi adalah 8.651, dimana semua penularannya terlalu banyak untuk dihitung. Menurut catatan yang dilaporkan, kematian terbaru bertambah sedikitnya 21 di Mesir, 580 di India, 4 di Maroko, 9 di Tepi Barat Palestina, dan 13 di Irak. Para pejabat Korea Selatan sedang menyelidiki kematian seorang pelajar yang meninggal empat hari setelah menerima vaksin flu babi, dan pejabat kesehatan di sana juga telah melaporkan kasus pertama flu babi yang kebal Tamiflu pada anak lelaki yang berusia 5 tahun. Kami bersedih bagi semua yang terjangkit flu babi dan MRSA. Penghargaan kami kepada para ilmuwan atas riset Anda tentang penyebaran penyakit ini. Semoga kesadaran terhadap hubungan antara memelihara ternak dan penyakit yang berasal dari hewan ini lebih banyak diketahui sehingga lebih banyak orang mengetahui perlindungan dari pola makan nabati yang manusiawi dan bersih.
http://www.dailyprincetonian.com/2009/11/30/24576 |
|||