|
28 Agustus 2009 Seruan untuk larangan ham dan daging dalam makanan anak-anak Dana Riset Kanker Dunia di Inggris meminta semua orangtua untuk stop memberikan ham, sosis, lemak babi, dan daging yang diproses lainnya untuk makan siang anak-anak. Para ahli memperingatkan bahwa daging seperti itu meningkatkan risiko langsung kanker usus besar. Mereka juga mendorong orangtua untuk mendorong kebiasaan makan sehat sejak awal. Ahli Diet Krista Haynes dari Proyek Kanker di AS telah bergabung untuk meminta dan mendesak orang tua serta pemerintah AS untuk menghilangkan daging yang diproses dari program Makan Siang Sekolah Nasional. Dana Riset Kanker Dunia, Ahli Diet Haynes, dan Proyek Kanker, kami juga memberi dukungan dan tepuk tangan atas suara kepedulian Anda akan bahaya dari konsumsi daging. Mari kita semua cepat mengadopsi gaya hidup nabati yang sehat untuk melindungi kesehatan kita dan anak-anak kita. http://www.nzherald.co.nz/health/news/article.cfm?c_id=204&objectid=10592576 http://news.bbc.co.uk/2/hi/health/8202188.stm http://www.dailycomet.com/article/20090825/LETTERS/908259974?Title=Hold-the-lunch-meat http://www.abc.net.au/worldtoday/content/2009/s2659274.htm http://www.northjersey.com/news/opinions/letters/Herald_News_Letters_August_22_2009.html Tembakau menghabiskan biaya besar di seluruh dunia Menurut Peta Tembakau yang baru dibuat bersama-sama oleh Yayasan Paru-Paru Dunia dan Masyarakat Kanker Amerika, pemakaian bahan berbahaya ini pada tahun 2010 diperkirakan akan menyebabkan 6 juta kematian di seluruh dunia dan membebani ekonomi global sebesar US$500 miliar dalam biaya medis langsung, kehilangan produktivitas, dan bahaya lingkungan. Laporan itu berisi informasi lain seperti total secara internasional 1 miliar pria dan 250 juta wanita yang merokok, dengan para perokok rata-rata meninggal 15 tahun lebih muda daripada bukan perokok dan tembakau membunuh hingga setengah dari mereka yang merokok. Meskipun laju pemakaian tembakau telah menurun di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang, laporan itu menyatakan bahwa pemakiannya masih meningkat di negara lain. Yayasan Paru Dunia dan Masyarakat Kanker Amerika, terima kasih tulus kami atas survei Anda yang menungkapkan biaya yang sangat besar dari zat yang merusak ini. Semoga pemerintah dan organisasi di seluruh dunia segera ikut memastikan kesehatan dan kesejahteraan melalui langkah menuju dunia yang bebas tembakau bagi semuanya. http://www.reuters.com/article/healthNews/idUSTRE57O52L20090825 Negara bagian Brasil larang merokok di tempat umum Merokok kini dilarang di bar, restoran, kantor, dan ruang umum di seluruh negara bagian Sao Paulo, Brasil. Dengan jumlah penduduk sekitar 40 juta, negara bagian yang sangat padat ini mendapat dukungan 90% untuk larangan penggunaan tembakau di tempat-tempat umum. Sejak negara itu mulai mencetak gambar yang mengusik pada kemasan rokok tahun 2001, jumlah perokok di negara itu telah turun dari 34 persen pada tahun 1989 menjadi 15 persen pada 2008. Bravo, Sao Paulo dan Brasil, atas kemajuan yang berlanjut dalam melindungi kesehatan publik. Kami menantikan hari ketika semua sudut Bumi diberkahi dengan lingkungan yang bersih dan bebas-rokok. http://news.bbc.co.uk/2/hi/americas/8189309.stm
BERITA PERINGATAN... http://www.google.com/hostednews/ukpress/article/ALeqM5iCO4wOgo0e2Hfzad2b-wimarIlsw Flu babi menginfeksi babi yang dibantai untuk daging Peternakan babi di Victoria, Australia yang telah memperlihatkan gejala-gejala flu dikonfirmasi telah terinfeksi dengan galur yang sama dari virus flu babi yang sedang beredar di antara manusia. Babi ini ikut bergabung dalam grup 200 lainnya di New South Wales yang baru dikarantina karena flu babi. 200 babi ini segera dikirim ke pasar, dan mereka akan disembelih dan masuk sebagai suplai makanan. Beberapa ahli medis takut bahwa infeksi virus flu sangat biasa pada babi. Terlebih lagi, meratanya penyebaran flu ini ditemukan pada pekerja babi. Faktanya, para pekerja di New South Wales yang kontak dengan babi yang terinfeksi diketahui mempunyai gejala seperti flu segera sebelum flu babi didiagnosa. Menurut Pusat Pengendalian dan Pecegahan Penyakit Amerika Serikat, setidaknya sepertiga babi telah terkena virus flu selama hidup mereka yang singkat dan tertekan. Pandemi flu babi terus meminta nyawa, dengan total kematian global saat ini secara resmi telah mencapai 2.851. Jumlah kasus ini diperkirakan telah mencapai jutaan, jumlah yang terlalu banyak bagi pemerintah untuk dihitung. Orang ke-119 telah dikonfirmasi meninggal di Thailand, dengan total kasus kematian mencapai 14.976. Brasil telah melaporkan sejumlah kematian lagi dengan total 557, dan kematian di Ekuador mencapai 36. Walaupun mencapai akhir dari musim flu babi di Australia, tapi kasus belum memuncak, kematian di sana telah mencapai 147. Kematian flu babi pertama di Iran baru terjadi, dan wanita berusia 35 tahun dan pria berusia 28 tahun adalah orang yang baru meninggal karena flu babi di India, dengan totalnya menjadi 79. Kuwait juga melaporkan anak dua setengah tahun telah menjadi korban kematian keempat. Kami sangat bersimpati dan berdoa bagi orang terkasih dari mereka yang meninggal karena virus ini dan berharap agar para penderita penyakit ini kembali sehat. Semoga kita menemukan solusi kita dari banyak situasi yang tak menentu ini dengan memilih alternatif peternakan yang penuh risiko dan hidup tanpa daging yang harmonis dengan sesama penghuni Bumi. http://theland.farmonline.com.au/news/state/livestock/pigs/dunedoo-flufree-pigs-off-to-market/16
06855.aspx |
|||