|
24 Agustus 2009 Daging di supermarket biasanya dicemari dengan galur Salmonella yang kebal antibiotik Tulisan yang baru ini diterbitkan di Jurnal Kedokteran New England yang menguraikan contoh pengujian daging karena Salmonella. Dari 200 contoh daging ayam, sapi, kalkun, dan babi giling yang dibeli dari tiga supermarket di daerah Washington DC, AS, 40 sampel mengandung Salmonella. Dari jumlah itu, 84 persen galur Salmonella itu diketahui kebal terhadap sedikitnya satu antibiotik, sedangkan 53 persen kebal terhadap sedikitnya tiga antibiotik. Salmonella adalah penyebab utama dari penyakit akibat makanan, sering kali dari pencemaran kotoran hewan di dalam daging yang menyebabkan gejala usus dan bahkan kematian pada kasus ekstrem atau yang tak terobati. Penelitian ini disimpulkan dengan menganjurkan penghentian pemakaian antibiotik pada hewan yang dipelihara di pabrik ternak untuk dimakan. Para ilmuwan, apresiasi kami atas penelitian yang menyoroti risiko yang meningkat dari konsumsi daging ini. Semoga orang di AS dan di seluruh dunia menjadi sadar untuk memilih makanan yang lebih aman dan lebih sehat. http://www.foodpoisonjournal.com/2009/08/articles/foodborne-illness-outbreaks/antibiotic-resistant-salmonella-and-the-meat-you-eat http://content.nejm.org/cgi/content/short/345/16/1147 Keprihatinan vaksin muncul bersama penyebaran flu babi yang sudah diperkirakan Dengan risiko seperti gangguan perkembangan saraf dan kelumpuhan yang terjadi karena vaksin yang serupa, sekelompok ilmuwan, ahli kesehatan, dan pemimpin agama di AS meluncurkan situs jaringan yang mendorong penduduk AS untuk menulis surat ke wakil pusat dan daerah mereka untuk memohon pendekatan alternatif terhadap vaksin. Kepedulian mereka meliputi kemanjuran pemberian vaksin secara umum dan pemakaian DNA babi hidup dan jaringan hewan lain dalam vaksinnya, yang bisa bertindak menyebarkan penyakit. Flu babi terus menyebar di seluruh dunia, dengan jumlah yang dilaporkan hanya mencerminkan minoritas kecil dari kasus sebenarnya. Saat ini 251.401 orang secara resmi terjangkit di sekitar 180 negara, di antaranya ada 2.545 kasus kematian. Anak berusia 4 tahun menjadi korban flu babi ke-17 di Australia Barat, sedangkan anak berusia 4 tahun yang lain menjadi korban kematian ke-12 di Israel. Wales di Inggris melaporkan kematian flu babi yang pertama, Kuwait mengumumkan yang kedua, dan Pulau Kaledonia Baru di Pasifik Selatan melaporkan yang ketiga. AS menderita 45 lebih kehilangan nyawa dalam minggu lalu, dengan total 522, dan lonjakan tiba-tiba hingga hampir 8.000 kasus yang masuk rumah sakit hingga kini. Memandang ke depan, Menteri Kesehatan China Chen Zhu memperingatkan bahwa flu babi bisa mencapai proporsi pandemik di negeri itu saat musim flu mendekat, ia menambahkan bahwa dengan peningkatan kasus, kasus serius akan menjadi lebih sering. Menteri Kesehatan India Ghulam Nabi Azad juga menyatakan negaranya harus bertahan terhadap pandemik “skala besar”. Bangladesh, dengan sekitar 100 kasus yang teruji resmi telah perkirakan akan ada 70.000 hingga 80.000 orang yang akan terjangkit dalam 2-3 bulan mendatang. Terima kasih kami yang sungguh-sungguh kepada semua yang berupaya menjamin pendekatan yang aman dan cepat untuk mencegah penyebaran flu babi. Kami berdukacita atas mereka yang sakit dan yang kehilangan karena pandemik tragis ini dan berdoa agar hanya teknik pencegahan yang aman, manusiawi, dan efektif yang akan dipakai, khususnya cara yang telah tersedia saat ini - pola makan vegan organik yang sehat.
http://www.telegraph.co.uk/health/swine-flu/6066444/Healthy-people-with-swine-flu-should-not-be-given-Tamiflu-says-WHO.html
|
|||