|
23 Agustus 2009 Konsumsi ikan dan minyak ikan dikaitkan dengan diabetes Menurut studi yang baru diterbitkan yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Illinois dan Biro Kesehatan Lingkungan Wisconsin di AS, Orang yang mengonsumsi ikan atau asam lemak omega-3 menghadapi risiko lebih tinggi menderita diabetes. Alasan itu dikaitkan dengan adanya pestisida seperti DDT, yang walaupun sudah dilarang selama puluhan tahun di AS, tetapi masih terdapat di dalam daging ikan untuk waktu yang lama. Risiko diabetes juga ditemukan meningkat lebih jauh dengan jumlah ikan atau minyak ikan yang dikonsumsi. Terima kasih tulus kami, para ilmuwan AS atas laporan tentang bahaya dari konsumsi ikan dan minyak ikan. Semoga semua orang segera menyadari manfaat berlipat ganda dari pola makan vegan tanpa produk hewani yang aman dan lezat. http://www.greenrightnow.com/kabc/2009/07/24/study-links-diabetes-to-banned-chemical-pesticide-ddt/ http://www.pcrm.org/news/archive090814.html Flu babi terdeteksi pada kalkun Chili Pekan ini, dua peternakan kalkun di Chili dikarantina setelah otoritas kesehatan nasional dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS menyatakan burung-burung tersebut saat ini membawa virus flu babi A H1N1. Kehadiran virus flu babi pada burung meningkatkan keprihatinan bahwa flu babi akan bermutasi menjadi bentuk yang lebih jahat dengan penggabungan bersama virus flu burung H5N1 yang lebih mematikan, yang mempunyai 50 persen angka kematian pada manusia. Mengenai risiko masa depan, Direktur Jendral Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr. Margaret Chan menyatakan, “Kita… perlu bersiap untuk gelombang kedua atau bahkan ketiga penyebaran seperti yang secara khas terlihat dalam pandemi masa lalu.” WHO telah menyerukan pemerintah untuk bersiap untuk ledakan kasus, dengan tingkat infeksi berlipat dua setiap beberapa hari hingga transmisi puncak dicapai. Banyaknya korban terus bertambah. Dalam kasus resmi saja, yang mewakili bagian kecil dari kejadian sebenarnya, 180 negara melaporkan 250.595 kasus, termasuk 2.539 kematian, dengan beberapa yang terbaru terjadi di India, Arab Saudi, dan Formosa (Taiwan). Kematian juga bertambah di sepanjang Amerika Latin, yang paling terakhir di Chili, Brasil, El Salvador, Uruguay, dan Bolivia, langkah baru diumumkan untuk meminimalkan gelombang kedua. Meksiko berusaha meminjam US$400 juta dari Bank Dunia untuk mengamankan pesanan 20 juta vaksin flu babi dan biaya pencegahan yang lain, dan El Salvador telah menutup kelas-kelas di universitas dan sekolah-sekolah umum maupun swasta. Pusat untuk Pengendalian dan Pencegahan penyakit AS mengumumkan flu babi berlanjut menyebar di sepanjang AS, dengan orang di bawah usia 49 tahun menjadi orang yang terkena pengaruh sebesar 75 persen yang mengejutkan dari kasus serius dan 60 persen kematian. Zimbabwe melaporkan kasus flu babi yang pertama di negara itu, sementara kasus melonjak di Indonesia hingga 948 dan Hong Kong hingga 8.535. Kami berterima kasih kepada pejabat kesehatan Chili, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, Organisasi Kesehatan Dunia, dan pemerintah-pemerintah di seluruh dunia atas upaya terbaik Anda untuk melindungi publik. Para warga yang menderita baik langsung ataupun tidak karena flu babi terus menjadi pemikiran dan doa kami. Kami menantikan akan bahaya semua penyakit yang terkait dengan konsumsi daging mereda menjadi kepedulian melalui peralihan global ke makanan berbasis-tumbuhan yang lebih aman dan sehat. http://news.yahoo.com/s/ap/20090821/ap_on_re_la_am_ca/lt_swine_flu_turkeys http://www.france24.com/en/20090821-new-caledonia-influenza-death-H1N1-swine-flu-health |
|||