|
17 Agustus 2009 Flu babi dapat lebih mengancam kelompok yang rentan Flu babi terus menelan korban di seluruh dunia, dengan 228.921 kasus resmi yang dilaporkan di 168 negara dan wilayah, serta 2.084 kematian. Para ahli mengingatkan bahwa jumlah korban yang sebenarnya terlalu tinggi untuk dihitung. Dengan lebih dari 2.000 kasus positif, Korea Selatan melaporkan kematian pertamanya. Di Amerika Serikat, minggu lalu telah melihat lonjakan 47 kematian baru hingga total menjadi 477. Perawatan di rumah sakit juga meningkat 15 persen, atau lebih dari 1.000 pasien baru dari total sekitar 7.500 orang. Di Panama, seorang perempuan hamil yang meninggal akibat flu babi menunjukkan kerentanan ibu hamil dan mereka yang kekebalan tubuhnya lemah. Penyakit kronis dan kekurangan gizi adalah penyebab utama penduduk asli Australia dilanda wabah flu babi pada tingkat yang lebih tinggi daripada kebanyakan orang. Walaupun mewakili hanya 2,5 persen dari populasi, tingkat perawatan di rumah sakit dan kematian akibat flu babi lima kali lebih banyak. Sama halnya di Manitoba, Kanada dimana warga pribumi First Nations terkena penyakit dari virus itu tujuh kali lebih banyak daripada populasi umum. Kami berdoa bagi sesama warga di dunia yang meninggal atau sakit akibat virus ini, dan bagi ketahanan keluarga, baik orang pribumi maupun non-pribumi. Seraya menghargai upaya pemerintah untuk mengekang efek flu, mari kita berupaya menghentikan wabah ini dan wabah lain yang lebih buruk dengan menyetop sumbernya yang berasal dari hewan dan sebagai gantinya kita memilih pola makan vegetarian yang menopang kehidupan.
http://news.xinhuanet.com/english/2009-08/15/content_11886523.htm |
|||