|
16 Agustus 2009 Pemakan daging jerohan berisiko akan Hepatitis E Riset yang dilakukan di Amerika Serikat telah mengungkapkan semakin tingginya kasus virus Hepatitis E (HEV) daripada yang diperkirakan sebelumnya, dengan 21% dari jumlah orang yang diperiksa menunjukkan tanda-tanda virus itu. HEV sering menyebar melalui kotoran yang dipindahkan ke mulut atau melalui air yang tercemar yang membuat korban sakit dan dalam kasus yang parah dapat menyebabkan kerusakan hati dan kematian. Orang yang sering makan daging jerohan menghadapi risiko yang lebih besar. Terima kasih banyak para ilmuwan AS atas berita yang membangunkan kita atas dampak konsumsi daging yang mencemaskan. Semoga penyakit seperti Hepatitis E ini lenyap seiring kita semua menerima manfaat yang menyehatkan dari pola makan vegan. http://pediatrics.jwatch.org/cgi/content/full/2009/812/1?q=etoc_jwpeds, http://en.wikipedia.org/wiki/Hepatitis_E Kekhawatiran atas keamanan vaksin flu babi Percobaan awal keamanan vaksin flu babi telah dimulai di Jerman sebagai bagian dari sebuah program yang melibatkan 9.000 orang di Eropa, Amerika Serikat, Kanada, dan Kerajaan Inggris. Pemerintah Inggris juga mempertimbangkan imunisasi bagi 8,5 juta anak-anak sekolah di negara itu. Sementara itu, ratusan warga negara AS mendaftar bagi percobaan pengujian vaksin itu di delapan kota. Badan Obat-Obatan Eropa (EMEA) yang memberi izin bagi vaksin itu di Eropa mengumumkan bahwa persetujuan akan diberikan kepada vaksin itu sebelum hasil percobaan keluar. Kerajaan Inggris, Yunani, Prancis, dan Swedia sama-sama menunjukkan bahwa mereka berencana menggunakan vaksin itu sebelum hasil akhir percobaan keluar. Tetapi, berita ini telah menimbukan kekhawatiran dari para ahli. Berbicara tentang potensi bahaya atas pemakaian vaksin tanpa pengujian yang memadai, Ketua Program Influensa Global Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr. Keiji Fukuda, berkata, “Salah satu hal yang tidak dapat dilanggar adalah keamanan vaksin itu.” Dalam kasus flu babi yang terdokumentasikan tetapi tidak mencerminkan jumlah kasus sebenarnya di seluruh dunia, 227.562 orang sekarang telah tertular di 168 negara dan wilayah pemerintahan, dengan 2.073 kematian. Dengan meningkatnya kasus hampir tiga kali lipat menjadi 156 hanya dalam 10 hari, Rusia umumkan rencana untuk membelanjakan US$10,7 juta guna melawan flu itu. Lonjakan kasus-kasus baru termasuk di Portugis, dengan 150 orang didiagnosa sakit hanya dalam waktu 24 jam dengan total menjadi 884 dan di Libanon, dimana 316 dari total 476 orang telah jatuh sakit sejak awal bulan ini. Korban jiwa telah meningkat di seluruh India, Queensland, Australia, dan Arab Saudi. Seorang anak perempuan usia 8 tahun menjadi korban jiwa pertama di Madagaskar, dan Hong Kong melaporkan kasus kedua yang kebal terhadap obat anti virus Tamiflu, yang kini menjadi kasus ke-7 di seluruh dunia. Penghargaan kami Organisasi Kesehatan Dunia dan para pejabat kesehatan internasional atas usaha terus-menerus Anda untuk menanggapi pandemi ini. Kami menyampaikan simpati mendalam atas meninggalnya orang-orang terkasih yang jumlahnya terus meningkat dan berdoa bagi mereka yang sedang berusaha pulih. Dalam masa yang tak aman di sekeliling flu dan vaksin ini, semoga Surga membimbing kita untuk memperbaiki gaya hidup kita sendiri dengan pola makan nabati yang menyehatkan sebagai langkah pencegahan paling aman bagi semuanya. http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=20601102&sid=a5dGXc.OML_k
|
|||